bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, kelangkaan chip memori memicu kenaikan harga pada sejumlah produk Apple, termasuk iPhone, tablet, dan smartwatch.
Alvin Hariraharjdo, Retail Director PT Global Astha Niaga, menjelaskan bahwa kenaikan harga tidak hanya dirasakan oleh Apple, melainkan juga oleh semua merek elektronik yang menggunakan chipset langka tersebut, mulai dari handphone hingga tablet.
Meski demikian, ia mencatat bahwa konsumen yang setia pada Apple tetap aktif membeli, khususnya iPhone, sehingga penjualan tidak mengalami penurunan signifikan.
Alvin menambahkan bahwa produk Apple lain seperti MacBook, iPad, dan Apple Watch diperkirakan akan mengalami kenaikan harga serupa karena keduanya juga bergantung pada chipset yang terbatas.
Ia berharap kelangkaan chipset dapat segera teratasi sehingga harga produk kembali stabil dan permintaan terhadap jajaran Apple meningkat kembali.
Direktur tersebut juga mengantisipasi peluncuran produk Apple terbaru pada 9 September mendatang dapat memberikan dampak positif bagi konsumen dan membantu menyeimbangkan penjualan.
Data riset terbaru menunjukkan seri iPhone 17 tetap menjadi smartphone terlaris di dunia pada kuartal kedua 2026, dengan varian standar menyumbang sekitar 6 persen penjualan global.
Menurut Counterpoint dan GSM Arena, iPhone 17, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro Max menempati tiga posisi teratas penjualan smartphone, didukung oleh program tukar tambah, promosi, serta peningkatan harga smartphone yang mendorong konsumen beralih ke segmen kelas atas. iPhone 17e juga masuk dalam 10 besar penjualan, terutama di Amerika Serikat dan Jepang.