bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, musim kemarau yang melanda Kabupaten Indramayu saat ini berdampak pada 10.673 hektare lahan padi yang terancam mengalami gagal panen atau puso. Kondisi kekeringan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani, terutama jika pasokan air tidak segera dialirkan ke areal persawahan mereka.
Ancaman gagal panen tersebut diperkirakan akan menyebabkan penurunan produksi padi di Indramayu secara signifikan. Menurut Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang, lahan padi yang terdampak kekeringan tersebar di enam kecamatan di Indramayu bagian barat. Keenam kecamatan tersebut meliputi Sukra, Patrol, Anjatan, Bongas, Gabuswetan, dan Kandanghaur.
Sutatang merinci, Kecamatan Sukra mengalami dampak kekeringan terluas, di mana dari total 3.445 hektare sawah, sebanyak 2.500 hektare terdampak. Di Kecamatan Patrol, dari 3.175 hektare sawah, 2.100 hektare kering. Sementara itu, Kecamatan Anjatan terdampak pada 2.000 hektare dari total 6.150 hektare sawah. Selanjutnya, di Kecamatan Bongas, kekeringan melanda 500 hektare dari 5.000 hektare sawah. Kecamatan Gabuswetan terdampak pada 1.573 hektare dari 6.740 hektare luas sawah, dan Kecamatan Kandanghaur terdampak pada 2.000 hektare dari total 5.400 hektare sawah.