bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 22:38 WIB

Kemenkeu Berupaya Hilangkan Ego Antarunit untuk Tingkatkan Sinergi

Redaksi 16 Juni 2026 14 views
Kemenkeu Berupaya Hilangkan Ego Antarunit untuk Tingkatkan Sinergi
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memiliki target untuk menghilangkan ego sektoral antarunit di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Langkah ini merupakan bagian dari upaya transformasi organisasi yang telah digalakkan selama beberapa tahun terakhir.

Purbaya menilai bahwa Kemenkeu kini telah bertransformasi menjadi kementerian yang lebih gesit dan adaptif, seiring dengan upaya penghapusan sekat-sekat antarunit kerja. Ia menyatakan bahwa Kemenkeu saat ini sudah lebih agile, meskipun masih ada upaya berkelanjutan untuk mengurangi mentalitas silo atau ego antarunit.

Menurut Purbaya, sebelumnya banyak unit eselon I dan unit kerja di Kemenkeu yang cenderung bekerja secara terpisah, sehingga menghambat kolaborasi dan koordinasi yang efektif. Kondisi ini kini mulai diperbaiki melalui penguatan sinergi dan kerja sama lintas direktorat jenderal.

Sebagai contoh konkret, Purbaya menyebutkan peningkatan kerja sama antara Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang kini jauh lebih baik dibandingkan masa lalu. Ia juga menyoroti hambatan dalam perpindahan pegawai antarunit yang disebabkan oleh sekat organisasi, yang terkadang menghambat pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia di unit yang berbeda.

Oleh karena itu, Purbaya menekankan pentingnya menghilangkan ego sektoral di tingkat direktorat jenderal agar tidak menghambat efektivitas kerja Kemenkeu secara keseluruhan. Ia menegaskan bahwa Kemenkeu pada dasarnya adalah satu kesatuan, sehingga tidak diperlukan lagi adanya ego di masing-masing kedirjenan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.