bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 15:21 WIB

Kementan Targetkan Swasembada Bawang Putih dan Kedelai dalam Waktu Dekat

Redaksi 19 Juni 2026 5 views
Kementan Targetkan Swasembada Bawang Putih dan Kedelai dalam Waktu Dekat
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa pemerintah tengah berupaya keras untuk mencapai swasembada bawang putih dan kedelai dalam kurun waktu yang tidak lama lagi. Pernyataan ini disampaikan di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (18/6).

Menurut Amran, upaya ini merupakan bagian dari program penanaman maraton yang dijalankan pemerintah. Ia merinci bahwa dari sebelas komoditas yang termasuk dalam cadangan pemerintah berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 125 Tahun 2020, delapan di antaranya telah berhasil mencapai swasembada dan bahkan mampu melakukan ekspor.

Tiga komoditas yang masih dalam tahap pengejaran swasembada adalah bawang putih, daging, dan kedelai. Amran menjelaskan bahwa meskipun ketiga komoditas tersebut belum sepenuhnya swasembada, produksi nasional untuk kebutuhan gabungan ketiganya justru melebihi kebutuhan. Dari total kebutuhan sekitar 68 juta ton, produksi tercatat mencapai 73 juta ton.

Amran mengutip standar Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) tahun 1999 yang menyatakan bahwa swasembada dapat dicapai jika tingkat impor tidak lebih dari 10 persen dari total kebutuhan. Dengan selisih produksi yang ada, ia menekankan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan, termasuk beras, bahkan surplus.

Lebih lanjut, Amran mengumumkan bahwa mulai tahun 2025, pemerintah tidak akan lagi mengeluarkan izin impor untuk beras premium. Sementara itu, Bulog saat ini memiliki stok beras yang melampaui kapasitas gudangnya. Dengan kapasitas gudang sebesar 3 juta ton, Bulog kini menyimpan 5,2 juta ton beras, yang berarti perusahaan pelat merah itu harus menyewa gudang tambahan seluas 2,2 juta ton.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.