bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 04:11 WIB

Kementerian ESDM Apresiasi Inovasi CNG Clustering PGN untuk Perluasan Akses Gas Bumi di Yogyakarta

Redaksi 22 Juni 2026 13 views
Kementerian ESDM Apresiasi Inovasi CNG Clustering PGN untuk Perluasan Akses Gas Bumi di Yogyakarta
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berupaya memperluas akses masyarakat terhadap gas bumi di Yogyakarta. Inovasi pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) clustering kini memungkinkan masyarakat di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, untuk menggunakan gas bumi yang aman, andal, dan efisien untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Keberhasilan penerapan skema CNG Clustering di Sleman ini juga telah ditinjau langsung oleh Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, dalam kunjungan kerjanya. Yuliot Tanjung mengapresiasi kesiapan PGN dalam mengimplementasikan jargas berbasis CNG di Sleman, yang dinilainya sejalan dengan upaya pemerintah mendorong gas bumi sebagai energi transisi yang lebih bersih dan efisien guna memperkuat ketahanan energi nasional.

Yuliot menjelaskan bahwa penggunaan CNG dan jargas memberikan dampak positif bagi rumah tangga melalui efisiensi dan kepraktisan, serta membantu pemerintah mengurangi konsumsi LPG subsidi dan beban subsidi serta impor LPG. Pemerintah sendiri menargetkan pengembangan sekitar 350 ribu sambungan rumah per tahun melalui berbagai skema pendanaan dalam RPJMN 2026–2029.

Direktur Utama PGN, Arief K. Risdianto, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan terima kasih atas dukungan Kementerian ESDM dan para pemangku kepentingan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan CNG Clustering di Sleman menjadi bukti bahwa inovasi ini dapat diterapkan di wilayah lain di Indonesia. Skema ini memungkinkan distribusi gas bumi ke jaringan rumah tangga tanpa harus menunggu keberadaan jaringan pipa transmisi utama, dengan tetap memastikan keamanan melalui pengaturan tekanan yang ketat.

Arief menambahkan bahwa jargas ini mendukung aktivitas memasak menjadi lebih praktis, efisien, dan aman, sekaligus berkontribusi pada upaya pemerintah mengurangi ketergantungan impor dan subsidi energi. Hingga kini, PGN telah membangun lebih dari 4.500 Sambungan Rumah (SR) di Sleman dengan jaringan pipa distribusi sepanjang lebih dari 141 kilometer, menyalurkan rata-rata sekitar 84 ribu meter kubik gas bumi per bulan.

Pemanfaatan jargas di Sleman tidak hanya menyasar sektor rumah tangga, tetapi juga direncanakan untuk diperluas ke sektor UMKM, restoran, perhotelan, hingga fasilitas kesehatan guna memperkuat ekonomi lokal.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.