bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 15:31 WIB

Kementerian Pertanian Genjot Cetak Sawah 2.000 Hektare di Papua Pegunungan

Redaksi 28 Juni 2026 9 views
Kementerian Pertanian Genjot Cetak Sawah 2.000 Hektare di Papua Pegunungan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Kementerian Pertanian tengah menggalakkan program perluasan lahan sawah di Provinsi Papua Pegunungan. Targetnya, seluas 2.000 hektare sawah baru akan rampung dikembangkan pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya penguatan ketahanan pangan di kawasan timur Indonesia sekaligus mendukung pencapaian swasembada pangan nasional.

Pada tahun berjalan, direncanakan akan ada pengembangan sawah baru seluas 1.910 hektare. Angka ini merupakan kelanjutan dari pembangunan 90 hektare lahan sawah yang telah berhasil diselesaikan sebelumnya di wilayah tersebut.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto, menyatakan bahwa pembukaan sentra produksi pangan baru di Papua Pegunungan merupakan langkah strategis yang juga bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. Ia mengapresiasi semangat masyarakat dalam mengelola lahan pertanian mereka, menegaskan bahwa program cetak sawah ini dijalankan dari, oleh, dan untuk masyarakat.

Proses pengembangan program ini ditandai dengan penanaman padi perdana di Kampung Perabaga, Distrik Piramid, Kabupaten Jayawijaya. Hermanto menekankan bahwa seluruh tahapan pelaksanaan program ini dilakukan dengan melibatkan partisipasi masyarakat adat serta tetap menghormati hak ulayat. Ia memastikan tidak ada praktik perampasan atau pengambilalihan hak ulayat, karena semua kegiatan telah mendapatkan persetujuan dari para tokoh adat, masyarakat adat, dan petani.

Untuk menunjang produktivitas lahan yang baru dibuka, Kementerian Pertanian akan menyalurkan berbagai bentuk bantuan. Bantuan tersebut meliputi penyediaan benih padi unggul, pupuk dolomit, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta subsidi bahan bakar minyak (BBM) bagi para petani. Hermanto menambahkan bahwa Papua Pegunungan menjadi prioritas dalam pembangunan sektor pertanian, khususnya pangan, dan ia berencana untuk sering berkunjung ke wilayah tersebut.

Harapannya, lahan sawah yang telah dibangun dapat dikelola secara berkelanjutan agar mampu mendongkrak produksi pangan dan meningkatkan kesejahteraan para petani. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menambahkan bahwa pengembangan areal persawahan baru di Papua merupakan bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan di seluruh penjuru Indonesia. Ia memimpikan setiap pulau di Indonesia mampu memproduksi pangannya sendiri, yang pada akhirnya dapat menjadi solusi permanen untuk mengatasi persoalan inflasi.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.