bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 14:27 WIB

Kinerja Positif BUMN: Laba Pertamina, Pelindo, dan Lainnya Melonjak Signifikan

Redaksi 03 Juli 2026 4 views
Kinerja Positif BUMN: Laba Pertamina, Pelindo, dan Lainnya Melonjak Signifikan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Menurut informasi dari ekonomi.republika.co.id, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) melaporkan bahwa seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah pengelolaannya telah menyelesaikan penyusunan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025. Laporan tersebut menyoroti pertumbuhan kinerja yang positif bagi sejumlah BUMN dalam periode April 2025 hingga April 2026.

Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, menyatakan bahwa capaian kinerja ini mencerminkan ketahanan, transformasi, dan kontribusi BUMN di berbagai sektor strategis terhadap perekonomian nasional. Pemilihan BUMN yang disorot tidak bersifat menyeluruh, melainkan sebagai ilustrasi peningkatan kinerja yang menonjol.

Beberapa BUMN yang menunjukkan peningkatan laba signifikan antara lain PT Pertamina dengan kenaikan 80 persen menjadi Rp 24,9 triliun per April 2026. PT Pupuk Indonesia mencatat peningkatan laba 202 persen menjadi Rp 3,2 triliun, sementara Pelindo mengalami kenaikan laba 169 persen menjadi Rp 900 miliar pada periode yang sama. PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga mencatat peningkatan laba 15 persen menjadi Rp 21,2 triliun.

Selain itu, PT Krakatau Steel Tbk berhasil membukukan laba Rp 635 miliar pada April 2026, berbalik dari kerugian Rp 981 miliar sebelumnya. PT Kimia Farma Tbk juga mencatatkan laba Rp 108 miliar, setelah sebelumnya mengalami kerugian Rp 160 miliar. Keduanya berhasil mencetak laba setelah aksi restrukturisasi dan dukungan modal dari PT Danantara Asset Management (DAM).

Selain perbaikan laporan keuangan, Danantara juga merealisasikan mandat investasinya melalui sejumlah proyek strategis yang didanai dari dividen BUMN tahun 2025. Dana tersebut dialokasikan untuk mendukung proyek bernilai strategis bagi pembangunan nasional dan diharapkan menciptakan manfaat ekonomi jangka panjang.

Contoh investasi strategis yang telah dijalankan meliputi pengembangan ekosistem Haji dan Umrah Indonesia di Makkah untuk meningkatkan kualitas layanan jemaah dan memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem haji global. Proyek Waste-to-Energy (WTE) juga dilaksanakan untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan, meningkatkan ketahanan energi, dan mendorong transisi menuju ekonomi hijau.

Rohan Hafas menambahkan bahwa seluruh investasi dilaksanakan dengan prinsip tata kelola yang baik, disiplin investasi, pengelolaan risiko yang prudent, serta berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi negara dan masyarakat. Laporan Keuangan Konsolidasian 2025 Danantara Indonesia saat ini masih dalam proses penyelesaian sesuai tahapan audit yang berlaku.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.