bytedaily
Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Ken Swagumilang dan Teodora Raih Perak untuk Indonesia di Asian Para Games 2026

Redaksi 22 Oktober 2026 2 views
Ken Swagumilang dan Teodora Raih Perak untuk Indonesia di Asian Para Games 2026
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, pasangan para panahan Indonesia, Ken Swagumilang dan Teodora Audi Ayudia Ferelly, meraih medali perak nomor Para Compound Mixed Team di Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Mereka kalah dari wakil India, Sheetal Devi dan Toman Kumar, dengan skor 148-151 pada final, Kamis (22/10), di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square.

Hasil tersebut menjadi medali perak kesembilan bagi kontingen Indonesia di ajang itu. Pasangan India unggul tiga poin untuk meraih emas. Bagi Ken, hasil ini menambah koleksi peraknya setelah sehari sebelumnya meraih perak bersama Arif Firmansyah di nomor ganda putra compound. Mereka kalah 147-150 dari pasangan Thailand, Teerasak Phiarthanee dan Comsan Singpirom.

Menurut situs resmi NPC Indonesia, medali Ken dan Arif merupakan perak pertama para panahan Indonesia sepanjang keikutsertaan di Asian Para Games. Raihan itu juga melampaui target awal tim pelatih yang membidik medali perunggu.

Indonesia turut meraih medali dari para bulu tangkis. Khalimatus Sadiyah dan Leani Ratri Oktila mendapatkan perunggu nomor ganda putri SL3-SU5. Pada fase grup, mereka mengalahkan pasangan India, Shantiya Vishwanathan dan Mandeep Kaur, dengan skor 21-14 dan 21-19.

Tambahan perunggu Indonesia lainnya datang dari para tenis meja melalui pasangan ganda campuran Class XD7, Yayang Gunaya dan Osrita Muslim. Di para bulu tangkis, perunggu diraih Qonitah Ikhtiar Syakuroh pada tunggal putri SL3, Khalimatus Sa'diyah pada tunggal putri SL4, serta Muhammad Al Imran pada tunggal putra SL3.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.