bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 15:22 WIB

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Jadi Peluang Percepat Adopsi Kendaraan Listrik

Redaksi 18 Juni 2026 7 views
Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Jadi Peluang Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Menurut informasi dari ekonomi.republika.co.id, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi saat ini dianggap sebagai momentum yang tepat untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Di tengah kenaikan biaya transportasi dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, kendaraan listrik menawarkan solusi untuk meringankan beban pengeluaran masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor BBM.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI), Budi Setiyadi, menyatakan bahwa kondisi ini membuka peluang bagi pemerintah untuk mengakselerasi transisi kendaraan listrik, yang didukung oleh penerimaan positif dari masyarakat. Ia menambahkan bahwa survei menunjukkan masyarakat Indonesia siap, memahami manfaatnya, dan menantikan percepatan transisi energi di sektor transportasi, yang pada akhirnya akan mengurangi subsidi BBM yang tinggi.

Merujuk pada survei Litbang Kompas yang dilakukan pada April 2026 di lima kota besar (Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan Makassar), mayoritas responden atau 98 persen menyatakan dukungan terhadap penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Selain itu, 94,8 persen responden menilai pemerintah perlu mempercepat transisi ini melalui kebijakan pendukung.

Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa 81,1 persen responden yang belum memiliki kendaraan listrik menyatakan kesediaan untuk beralih jika kendaraan listrik menawarkan manfaat ekonomi, kesehatan, dan lingkungan yang lebih baik. Sementara itu, 96,8 persen pengguna kendaraan listrik mengaku siap merekomendasikannya kepada orang lain.

AISMOLI menilai tingginya dukungan publik ini perlu direspons dengan kebijakan yang dapat menjaga keterjangkauan harga kendaraan listrik dan memperkuat ekosistem industri dalam negeri. Sebanyak 89,2 persen responden berharap harga kendaraan listrik menjadi lebih terjangkau, dan 95,8 persen mendukung peningkatan produksi kendaraan rendah emisi di dalam negeri. Survei yang sama mencatat 73,5 persen responden percaya bahwa aspirasi masyarakat dapat mendorong percepatan kebijakan kendaraan listrik.

Selain pertimbangan lingkungan, faktor ekonomi menjadi alasan utama masyarakat mulai tertarik pada kendaraan listrik. Data dari Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) menunjukkan bahwa biaya operasional sepeda motor listrik dapat mencapai 74 hingga 83 persen lebih rendah dibandingkan sepeda motor berbahan bakar minyak.

Sekretaris Jenderal AISMOLI, Hanggoro Ananta Khrisna, menekankan bahwa kepastian kebijakan merupakan faktor krusial untuk menjaga pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional. Ia menyatakan bahwa industri dan konsumen telah menunjukkan kesiapan, dan kini yang dibutuhkan adalah kepastian kebijakan yang konsisten agar investasi dapat berkembang dan manfaat ekonomi kendaraan listrik dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Menurut AISMOLI, dukungan kebijakan yang berkelanjutan tidak hanya akan mempercepat adopsi kendaraan listrik, tetapi juga akan memperkuat industri nasional, memperluas investasi, serta mengurangi ketergantungan pada impor BBM dalam jangka panjang.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.