bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan pada awal perdagangan pekan ini, didorong oleh sentimen positif dari pasar global, khususnya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. IHSG dibuka naik 111,07 poin atau 1,85 persen ke level 6.118,73, sementara indeks LQ45 menguat 2,24 persen menjadi 601,83.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menyatakan bahwa membaiknya sentimen global membuka peluang penguatan pasar saham domestik. Perhatian pelaku pasar sepanjang akhir pekan tertuju pada perkembangan geopolitik di Timur Tengah, di mana Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan damai dengan Iran yang dijadwalkan ditandatangani pada 19 Juni 2026 di Swiss. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengonfirmasi finalisasi memorandum of understanding (MoU) yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran, pelepasan aset Iran senilai 25 miliar dolar AS, serta komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Iran menegaskan pengelolaan Selat Hormuz tetap di bawah otoritas Iran dan Oman.
Liza menilai perkembangan ini meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global, yang berdampak langsung pada peningkatan selera risiko investor. Selain isu geopolitik, perhatian investor pekan ini juga tertuju pada rapat bank sentral AS (The Fed) dan proyeksi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia oleh Bank Dunia. Kerja sama Bank Indonesia dan People's Bank of China (PBOC) dalam perluasan Bilateral Currency Swap Agreement (BCSA) serta peluncuran sistem pembayaran QR lintas batas Indonesia-China juga menjadi sorotan. Di sektor korporasi, PT Danantara Investment Management menerbitkan obligasi global perdana senilai 1,5 miliar dolar AS.