bytedaily
Jumat, 17 April 2026 - 18:13 WIB

Ketahanan Pangan Indonesia Kokoh: Swasembada Plus dan Kesiapan Hadapi El Nino

Redaksi 17 April 2026 5 views
Ketahanan Pangan Indonesia Kokoh: Swasembada Plus dan Kesiapan Hadapi El Nino
Ilustrasi: Ketahanan Pangan Indonesia Kokoh: Swasembada Plus dan Kesiapan Hadapi El Nino

bytedaily - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengumumkan bahwa Indonesia telah mencapai status swasembada pangan 'plus', khususnya pada komoditas beras. Pencapaian ini diklaim mampu memperkuat ketahanan pangan nasional dan memberikan keyakinan bahwa negara siap menghadapi potensi dampak fenomena El Nino.

Menurut Amran, swasembada 'plus' ini dicapai dalam kurun waktu satu tahun, lebih cepat dari target empat tahun yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. "Negara ini tidak impor beras medium berarti swasembada sempurna. Kalau ada swasembada plus, ya ini, di tahun ini," ujar Amran di Jakarta, Jumat. Ia menambahkan bahwa swasembada pangan yang diraih tidak hanya terbatas pada beras, tetapi juga mencakup komoditas penting lainnya seperti telur, daging ayam, jagung pakan, bawang merah, cabai, serta minyak goreng yang bahkan kini mampu disuplai ke pasar dunia. Capaian ini dinilai krusial mengingat beras mendominasi lebih dari 50 persen pola konsumsi masyarakat Indonesia.

Lebih lanjut, Amran menyoroti kesiapan Indonesia dalam menghadapi El Nino berkat penguatan sektor pangan nasional yang menjadi prioritas kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Ia mengklaim bahwa sementara negara lain mengkhawatirkan krisis pangan akibat El Nino, Indonesia justru dalam posisi aman. Keyakinan ini diperkuat oleh data stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog, yang per pertengahan April 2026 telah mencapai 4,8 juta ton, dengan potensi mencapai 5 juta ton dalam waktu dekat. Angka ini merupakan rekor tertinggi dalam pengelolaan stok Bulog. Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) Tanpa Perikanan secara nasional juga terpantau stabil di atas 120 sejak Juli 2024, bahkan mencapai titik tertinggi dalam tujuh tahun terakhir pada Desember 2025 dan Februari 2026.