bytedaily - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) secara aktif memfasilitasi Usaha Kecil dan Menengah (IKM) binaannya untuk menjadi pemasok utama perlengkapan ibadah haji tahun 2026. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat rantai pasok industri dalam negeri sekaligus memanfaatkan potensi pasar domestik yang sangat besar dari penyelenggaraan ibadah haji.
Sebanyak 12 IKM yang berada di bawah binaan Kemenperin berhasil menembus pasar sebagai penyedia kebutuhan jemaah haji 1447 Hijriah, mencakup berbagai produk mulai dari sandang hingga kain ihram. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa pelibatan IKM dalam penyediaan perlengkapan haji merupakan strategi pemerintah untuk meningkatkan daya saing industri nasional dan memperluas akses pasar bagi produk-produk lokal. Potensi ekonomi dari ekosistem haji dan umrah yang terus berkembang, didukung oleh populasi Muslim Indonesia yang besar dan kuota haji yang meningkat, dinilai mampu memberikan nilai tambah signifikan bagi industri dalam negeri.
Keberhasilan ini merupakan hasil tindak lanjut dari kegiatan business matching yang digelar pada Desember 2025, mempertemukan sektor industri pangan dan barang gunaan dengan HIPPINDO serta ekosistem haji dan umrah. Empat IKM spesifik, yaitu CV Akasia Batik, PT Kresna Andalan Beka, CV Rajasa Mas Jaya, dan CV Gilang Githa Gemilang, berhasil menjadi pemasok. Selain itu, delapan IKM batik dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta juga berhasil menjalin kemitraan setelah difasilitasi untuk mendapatkan sertifikasi Batikmark, sebuah syarat penting untuk memastikan keaslian batik seragam haji. Produk-produk IKM yang kini menjadi bagian dari perlengkapan resmi jemaah haji Indonesia meliputi batik, mukena, hingga kain ihram.