bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, KFC Indonesia menjadikan usia ke-47 sebagai momentum untuk beralih dari konsep Quick Service Restaurant (QSR) ke Quick Experience Restaurant (QXR). Transformasi ini diarahkan untuk menghadirkan pengalaman bersantap yang lebih modern, sejalan dengan perubahan perilaku konsumen, perkembangan teknologi, dan dinamika budaya.
Direktur V KFC Indonesia Wachjudi Martono mengatakan perusahaan terus beradaptasi mengikuti perkembangan zaman. Menurut dia, modernisasi dilakukan dengan tetap menjaga kekuatan KFC dan cita rasa original yang telah menjadi bagian dari perjalanan perusahaan.
Wachjudi menyebut KFC Indonesia memulai usahanya dengan satu gerai pada 1979. Kini, perusahaan mengoperasikan 683 gerai di 181 kota yang tersebar di 34 provinsi. Ia menilai perkembangan tersebut juga mencerminkan kedekatan KFC dengan masyarakat dari generasi ke generasi.
Ia mengatakan KFC berupaya menyajikan ayam goreng yang dibuat segar, dengan mutu berstandar tinggi dan cita rasa yang baik. Perusahaan juga terus beradaptasi melalui inovasi produk, peningkatan pengalaman pelanggan di restoran, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kanal digital.
Direktur VII KFC Indonesia Dio May Avico mengatakan perubahan cara masyarakat makan, berbincang, dan memilih tempat untuk berkumpul menjadi alasan perusahaan perlu bertransformasi. Menurutnya, kehadiran KFC di berbagai wilayah saja tidak cukup; pengalaman yang diberikan kepada konsumen juga perlu tetap relevan.
Dio menjelaskan, peralihan dari QSR ke QXR menandai perubahan fokus. Selain layanan cepat, KFC ingin menghadirkan pengalaman yang berkesan dalam setiap kunjungan pelanggan. Ia menyebut konsep baru tersebut tetap mengutamakan kecepatan, sekaligus menambahkan pengalaman bagi konsumen.