bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:54 WIB

KFC Indonesia Usia 47 Tahun, Beralih dari QSR ke QXR

Redaksi 30 September 2026 15 views
KFC Indonesia Usia 47 Tahun, Beralih dari QSR ke QXR
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, KFC Indonesia menjadikan usia ke-47 sebagai momentum untuk mengubah konsep restoran dari Quick Service Restaurant (QSR) menjadi Quick Experience Restaurant (QXR). Perubahan ini ditujukan untuk menyesuaikan pengalaman bersantap dengan perilaku konsumen, perkembangan teknologi, dan dinamika budaya.

Direktur V KFC Indonesia Wachjudi Martono mengatakan, modernisasi dilakukan tanpa meninggalkan kekuatan dan cita rasa original KFC. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers peringatan ulang tahun KFC Indonesia di Gerai Melawai, Jakarta, Selasa (29/9).

Wachjudi menyebut KFC memulai operasinya di Indonesia dengan satu gerai pada 1979. Kini, perusahaan tersebut mengoperasikan 683 gerai di 181 kota dan 34 provinsi. Ia mengatakan, pertumbuhan itu juga mencerminkan hubungan KFC dengan masyarakat dari generasi ke generasi.

Dalam upaya beradaptasi, KFC melakukan inovasi produk, meningkatkan pengalaman pelanggan di restoran, memanfaatkan teknologi, serta memperkuat kanal digital. Direktur VII KFC Indonesia Dio May Avico mengatakan perubahan cara masyarakat makan, berbincang, dan memilih tempat berkumpul menjadi alasan perusahaan melakukan transformasi.

Dio menjelaskan, konsep QXR tetap mengutamakan layanan cepat, sekaligus menghadirkan pengalaman yang lebih berkesan dalam setiap kunjungan. Ia menyebut peringatan 47 tahun perusahaan sebagai awal dari babak baru, bukan hanya perayaan perjalanan KFC.

Untuk mendukung transformasi tersebut, KFC menyiapkan empat elemen utama. Teks sumber menyebut modern experience, modern assets, dan modern menu, tetapi tidak mencantumkan elemen keempat.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.