bytedaily - Melansir dari cnnindonesia.com, Takemitsu Takizaki, seorang lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), telah berhasil membangun sebuah kerajaan bisnis di bidang teknologi otomasi pabrik melalui perusahaannya, Keyence Corporation. Kekayaan pria kelahiran 10 Juni 1945 ini tercatat mencapai US$22,9 miliar atau setara dengan Rp408,2 triliun per Minggu (21/6), berdasarkan data Forbes.
Posisi kekayaan yang diraih Takizaki menempatkannya sebagai orang terkaya ke-3 di Jepang dalam Daftar 50 Orang Terkaya Jepang 2026 dan menduduki peringkat ke-128 dalam daftar konglomerat terkaya di dunia versi Forbes.
Lahir di Ashiya, Prefektur Hyogo, Jepang, dan dibesarkan di Amagasaki, sebuah kota yang kaya akan industri manufaktur, Takizaki menumbuhkan minatnya pada teknologi sejak dini. Ia memilih untuk tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi setelah lulus SMA pada tahun 1964 dan langsung terjun ke dunia kerja.
Pekerjaan pertamanya adalah di bagian komponen elektronik dan otomatisasi manufaktur, di mana ia berperan dalam penjualan dan dukungan teknis. Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam tentang kebutuhan sistem otomasi yang meningkat seiring dengan transisi Jepang dari era pertanian ke industrialisasi.
Setelah beberapa kali mencoba berbisnis dengan hasil yang belum memuaskan, Takizaki mendirikan Lead Electric Works bersama tiga karyawan pada tahun 1972. Perusahaan ini berfokus pada penyediaan solusi otomasi, seperti sensor khusus dan komponen otomasi, untuk memenuhi kebutuhan pabrik manufaktur yang semakin berkembang.
Pada tahun 1986, Lead Electric berganti nama menjadi Keyence Corporation, yang diambil dari frasa 'Key of Science' atau kunci ilmu pengetahuan. Model bisnis Keyence mengandalkan sistem penjualan langsung untuk memberikan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan klien dari berbagai sektor industri, termasuk otomotif, elektronika, dan pengemasan. Strategi ini terbukti efektif dalam mengamankan margin keuntungan yang tinggi.
Salah satu terobosan Keyence adalah pengembangan sensor presisi untuk jalur perakitan komponen elektronik dan otomotif, serta produk lain seperti pemindai kode batang dan mikroskop untuk riset. Keberhasilan ini didukung oleh sumber daya manusia bertalenta yang diberikan kompensasi sangat baik, dengan rata-rata gaji karyawan Keyence di atas 20 juta yen atau sekitar Rp2,2 miliar per tahun.
Takemitsu Takizaki menjabat sebagai chairman dan direktur perwakilan hingga tahun 2015, dan setelah itu ia tetap berkontribusi sebagai chairman kehormatan. Saat ini, Keyence telah berkembang menjadi pemain global dengan lebih dari 12 ribu karyawan di 46 negara, melayani 350 ribu klien di 110 negara. Pendapatan perusahaan pada tahun lalu mencapai US$7,088 miliar, dengan laba bersih US$2,667 miliar.
Kini, Takizaki menikmati masa tuanya bersama keluarga di Osaka, Jepang.