bytedaily
Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Kolaborasi dan Keterbukaan Informasi Dukung Pemulihan Distribusi BBM di Bali

Redaksi 23 Oktober 2026 2 views
Kolaborasi dan Keterbukaan Informasi Dukung Pemulihan Distribusi BBM di Bali
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, kerja sama pemerintah, badan usaha, aparat, dan masyarakat dinilai membantu menjaga ketenangan publik selama distribusi BBM di Bali dipulihkan. Informasi yang konsisten dan terbuka juga diperlukan agar masyarakat mengetahui kondisi pasokan di lapangan.

Sosiolog sekaligus Guru Besar Universitas Airlangga, Bagong Suyanto, mengatakan kolaborasi berbagai pihak turut membantu pemulihan pasokan dan meredam kekhawatiran warga. Ia menambahkan, karakter sosial masyarakat Bali mendukung koordinasi dalam penanganan tersebut.

Bagong menilai konsistensi informasi penting untuk membangun kepercayaan publik, terutama ketika pemenuhan kebutuhan energi menghadapi tantangan. Menurut dia, keterbukaan semakin dibutuhkan karena kemampuan masyarakat untuk mengakses dan membandingkan informasi terus meningkat.

Upaya pemulihan mencakup penambahan pasokan, penguatan armada mobil tangki dan awaknya, optimalisasi operasional terminal BBM, serta perpanjangan jam layanan SPBU. Pertamina Patra Niaga mengatur kedatangan kapal tanker secara bertahap pada 14–17 Oktober 2026 melalui Terminal BBM Manggis dan Terminal BBM Sanggaran.

Tambahan pasokan mencapai 57,9 juta liter, terdiri atas 44,9 juta liter Pertalite dan 13 juta liter Pertamax. Integrated Terminal Manggis dan Fuel Terminal Sanggaran beroperasi 24 jam dengan dukungan 108 mobil tangki dan 465 awak mobil tangki.

Sebanyak 66 SPBU disiapkan untuk beroperasi selama 24 jam, yakni 42 SPBU di Kota Denpasar dan 24 SPBU di Kabupaten Badung. Pertamina Patra Niaga juga menambah operator cadangan, mengoptimalkan layanan motoris BBM bagi pengguna sepeda motor, serta memperkuat dukungan personel lintas fungsi.

Koordinasi dengan Kodam IX/Udayana dilakukan untuk mendukung pelayanan. Kepolisian membantu mengatur lalu lintas dan menindak aksi penimbunan. Bersama Pemerintah Provinsi Bali, Pertamina Patra Niaga juga membatasi pengisian BBM maksimal 20 liter untuk kendaraan roda empat dan 3 liter untuk kendaraan roda dua. Pemerintah daerah menerapkan sistem ganjil genap untuk mendukung kelancaran pelayanan di SPBU.

Cadangan BBM di Bali dinaikkan dari 11 hari menjadi 15 hari. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan keputusan tersebut setelah rapat koordinasi di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, pada Senin (19/10/2026).

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan pemantauan dilakukan terhadap stok terminal, kedatangan kapal, penyaluran ke SPBU, dan perkembangan antrean di sejumlah wilayah Bali.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.