bytedaily
Minggu, 18 Oktober 2026 - 02:32 WIB

Kontak dengan Karang Sehat Bantu Pulihkan Terumbu yang Memutih

Redaksi 18 Oktober 2026 3 views
Kontak dengan Karang Sehat Bantu Pulihkan Terumbu yang Memutih
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, penelitian yang diterbitkan di jurnal Science Advances menemukan bahwa kontak langsung dengan terumbu karang sehat dapat membantu memulihkan karang yang memutih. Dalam uji coba, karang yang bersentuhan dengan karang sehat pulih sepenuhnya dalam tujuh pekan, sedangkan karang yang tidak bersentuhan berakhir mati.

Pemutihan terjadi ketika suhu air meningkat dan alga yang hidup pada karang terlepas. Alga tersebut menyediakan energi bagi karang. Kehilangannya membuat karang pucat, kekurangan energi, dan rentan terhadap alga berbahaya. Pemulihan alami dapat berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Peneliti utama Danny Collins dan timnya menguji 10 pasang sampel karang sejenis: lima pasang ditempatkan saling bersentuhan dan lima pasang lainnya dipisahkan beberapa milimeter. Alga mulai berpindah dari karang sehat ke karang yang memutih dalam tiga hari setelah keduanya bersentuhan.

Peneliti juga mengamati terbentuknya saluran mikroskopis yang menghubungkan jaringan kedua karang sehingga alga dan nutrisi dapat berpindah. Karang yang dipisahkan setelah bersentuhan selama lima hingga tujuh hari menerima cukup alga untuk melanjutkan pemulihan. Setelah dipisahkan, karang tersebut pulih sepenuhnya dalam tujuh pekan.

Menurut profesor kelautan Steve Palumbi, alga pada karang yang memutih mulai berkembang biak dengan cepat setelah berpindah. Setelah satu pekan ditempelkan pada karang sehat, alga itu berlipat ganda setiap empat hari—sekitar sepuluh kali lebih cepat dibandingkan pertumbuhan alga pada karang yang dibiarkan tanpa perlakuan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.