bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 01:28 WIB

Korea Selatan Hadapi Gelombang Panas Ekstrem, Drone Digunakan untuk Peringatan Petani

Redaksi 08 Agustus 2026 9 views
Korea Selatan Hadapi Gelombang Panas Ekstrem, Drone Digunakan untuk Peringatan Petani
Ilustrasi visual (Sumber referensi: bbc.com)

bytedaily - Melansir laporan dari bbc.com, otoritas Korea Selatan mengerahkan drone yang dilengkapi pengeras suara dan kamera pencitraan termal untuk memberikan peringatan dini kepada para petani, terutama yang lansia, di tengah gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Drone tersebut terbang di atas area pertanian sambil menyiarkan pesan seperti "panas, Anda perlu masuk ke dalam" untuk mengingatkan para petani agar beristirahat dan mendinginkan diri.

Presiden Lee Jae Myung telah memerintahkan lembaga publik untuk memobilisasi seluruh sumber daya yang tersedia guna mengatasi suhu ekstrem yang disebutnya sebagai "bencana nasional". Suhu di wilayah selatan negara itu dilaporkan melonjak hingga rekor 42,5 derajat Celsius pada awal pekan ini.

Akibat gelombang panas ini, setidaknya 21 orang dilaporkan meninggal karena penyakit terkait panas sepanjang tahun ini, sementara hampir 2.500 orang mengunjungi ruang gawat darurat untuk kondisi serupa sejak pertengahan Mei. Beberapa pemerintah daerah juga membagikan air minum dingin secara gratis di taman, pasar, dan halte bus. Di kota Yangsan, truk penyiram air dikerahkan untuk menyemprotkan air ke jalanan yang terpapar sinar matahari.

Sejumlah aktivitas luar ruangan dibatalkan atas saran badan cuaca nasional, termasuk upacara pergantian penjaga di Istana Gyeongbokgung Seoul dan semua pertandingan organisasi bisbol nasional. Pembatalan ini terjadi setelah seorang penonton berusia 23 tahun pingsan di sebuah pertandingan di Incheon akibat dehidrasi dan tekanan darah rendah yang disebabkan oleh panas.

Bandara yang ber-AC, termasuk bandara terbesar di Incheon, menjadi tempat perlindungan bagi sebagian komunitas rentan seperti tunawisma dan lansia. Sebuah aplikasi seluler bernama Geuneulro, yang berarti "jalan teduh" dalam bahasa Korea, juga dikembangkan untuk membantu pengguna menemukan rute berjalan yang paling teduh di kota, dengan mempertimbangkan posisi matahari dan bayangan bangunan serta pepohonan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media bbc.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.