bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 02:56 WIB

Lahan Meikarta Akan Dihibahkan untuk Pembangunan Hunian Terjangkau

Redaksi 23 Juni 2026 12 views
Lahan Meikarta Akan Dihibahkan untuk Pembangunan Hunian Terjangkau
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, kawasan Meikarta di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, akan menjadi lokasi pembangunan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyatakan bahwa lahan hibah dari Lippo Group rencananya akan dimanfaatkan untuk tujuan tersebut, sesuai dengan arahan Presiden RI.

Menurut Maruarar, Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, dan Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria, akan turut mendukung proses pemanfaatan lahan hibah ini. Ia juga menginformasikan bahwa serah terima resmi hibah lahan dari Lippo Group kepada negara dijadwalkan pada Senin, 29 Juni 2026, yang akan dilaksanakan di Gedung Danantara, Jakarta.

Rosan Roeslani menambahkan bahwa pembangunan hunian yang layak dan terjangkau di area tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam memperoleh tempat tinggal yang memadai. Ia menekankan pentingnya hak masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah, untuk memiliki hunian yang baik.

Pemerintah, melalui Maruarar, terus mendorong inovasi dalam penyediaan hunian vertikal yang terjangkau, terutama di wilayah sekitar Jakarta. Tujuannya adalah memberikan akses hunian yang layak, terjangkau, dan berdekatan dengan pusat aktivitas ekonomi serta tempat kerja bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pembangunan rumah susun (rusun) subsidi dianggap sebagai solusi krusial untuk mengatasi defisit perumahan dan keterbatasan lahan di perkotaan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan rumah dan harga tanah.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.