bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Manchester United harus menelan kekalahan 0-1 melawan Manchester City pada lanjutan Liga Inggris di Old Trafford pada Minggu, 13 September. Gol tunggal Erling Haaland pada menit ke‑60 menjadi penentu hasil, meski terdapat kontroversi, gol tersebut tetap diakui oleh wasit Michael Oliver.
Kekalahan United juga diwarnai dengan kartu merah yang diterima Phil Foden dari Manchester City pada menit ke‑23, menjadikan tim tamu bermain dengan sepuluh pemain namun tetap berhasil meraih tiga poin.
Dengan hasil tersebut, Manchester United turun ke peringkat ke‑13 klasemen dengan total empat poin, sedangkan Manchester City berada di posisi kedua dengan mengumpulkan 12 poin dari empat pertandingan.
Berikut lima fakta menarik yang muncul setelah pertandingan tersebut:
1. Sepuluh tim pernah menerima kartu merah saat bermain sebagai tamu di Old Trafford dalam sejarah Premier League, namun hanya dua tim yang berhasil menang, yaitu Everton pada November 2025 dan Manchester City pada pertandingan ini. Lamine Ndiaye terlibat dalam kedua kemenangan tersebut.
2. Menurut model Expected Goals on Target (xGOT) yang disusun Opta, Lukas Hornacek dengan nilai 2,9 mencatatkan lebih banyak penyelamatan (menahan gol) dibandingkan Gianluigi Donnarumma selama musim Premier League ini.
3. Manchester City menjadi tim tamu pertama yang mencatat sepuluh kemenangan di Old Trafford dalam era Premier League. Liverpool menempati posisi kedua dengan delapan kemenangan, sementara Arsenal dan Chelsea masing‑masing berada di urutan ketiga dengan enam kemenangan.
4. Erling Haaland memegang rekor pencetak gol terbanyak dalam pertemuan Premier League antara Manchester City dan Manchester United, dengan sembilan gol dalam delapan penampilan. Sergio Agüero dan Wayne Rooney masing‑masing mencetak delapan gol, namun dengan 13 dan 21 penampilan.
5. Phil Foden menjadi pemain kedua Manchester City yang menerima kartu merah saat melawan Manchester United di Premier League, serta pemain pertama yang melakukannya sejak Bernardo Corradi pada tahun 2006.