bytedaily
Selasa, 22 September 2026 - 00:42 WIB

Lima Langkah Praktis Pedagang untuk Tingkatkan Usaha dan Pendapatan

Redaksi 08 September 2026 8 views
Lima Langkah Praktis Pedagang untuk Tingkatkan Usaha dan Pendapatan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Menurut laporan ekonomi.republika.co.id, meningkatkan profitabilitas usaha tidak selalu memerlukan perubahan besar; seringkali peluang muncul dari masalah rutin seperti layanan yang belum tersedia, catatan utang yang hilang, kekurangan uang kembalian, atau pemanfaatan modal yang kurang optimal.

Data dalam Loan Impact Report yang disusun oleh BukuWarung berdasarkan survei terhadap 1.839 pemilik usaha di 33 provinsi menunjukkan bahwa 72 % responden mengalami pertumbuhan usaha dengan kenaikan pendapatan rata‑rata sebesar 58 %, sementara 43 % di antaranya berhasil memperluas skala bisnis mereka.

Berangkat dari temuan tersebut, berikut lima langkah sederhana yang dapat dicoba oleh pemilik toko untuk mengelola operasional dan meningkatkan pendapatan.

Riko Febriansyah, pemilik Virza Ponsel di Simalungun, pada awalnya hanya menjual pulsa dan voucher. Setelah munculnya beberapa pabrik baru di wilayahnya, banyak tenaga kerja dari luar Sumatra membutuhkan layanan penarikan gaji dan pengiriman uang ke keluarga. Menanggapi kebutuhan tersebut, Riko menambahkan layanan tarik tunai dan transfer melalui BukuAgen, menjadikan konternya sebagai pusat transaksi keuangan warga. Akibatnya, pendapatannya naik signifikan, bahkan Virza Ponsel tercatat dua kali sebagai BukuAgen dengan volume transaksi tertinggi di kabupatennya.

Catatan penjualan yang masih berupa buku fisik mudah rusak atau hilang. Indah Setiawati, pemilik Indah Ponsel di Simalungun, pernah kehilangan seluruh catatan utang pelanggannya karena buku catatannya tergenang teh, yang membuatnya sangat kecewa. Setelah beralih ke pencatatan digital menggunakan ponsel, ia kini dapat memantau pemasukan, pengeluaran, serta utang pelanggan yang belum dilunasi dengan lebih teratur.

Masalah uang pecahan kecil yang habis pada saat dibutuhkan juga kerap menjadi kendala. Tua Pangoluan Sitorus, pemilik toko THS Siantar di Pematang Siantar, sebelumnya mengganti uang kembalian dengan permen, meskipun tidak semua pelanggan menerima alternatif tersebut. Pada saat toko sedang ramai, ia kadang lupa menagih pembayaran. Untuk mengatasinya, ia memperkenalkan pembayaran digital melalui QRIS BukuPay, sehingga pelanggan dapat membayar tepat jumlah yang harus dibayar tanpa menunggu kembalian, dan keluhan tentang kembalian permen pun berkurang.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.