bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 06:01 WIB

LPS Perkuat Literasi Keuangan Pasca Survei Tunjukkan Pemahaman Masyarakat Terbatas

Redaksi 11 Agustus 2026 8 views
LPS Perkuat Literasi Keuangan Pasca Survei Tunjukkan Pemahaman Masyarakat Terbatas
Ilustrasi visual (Sumber referensi: rctiplus.com)

bytedaily - Melansir laporan dari rctiplus.com, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menekankan perlunya peningkatan edukasi dan pemahaman publik mengenai peran kelembagaan dalam industri perbankan nasional. Hal ini dilakukan menyusul hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang menunjukkan adanya kesenjangan pemahaman masyarakat terkait penjaminan simpanan dan polis asuransi.

Berdasarkan survei tersebut, baru sekitar 62,51% penduduk berusia 15-79 tahun yang memiliki rekening simpanan menyadari dana mereka dijamin. Lebih lanjut, dari kelompok yang mengetahui adanya penjaminan, hanya 46,31% yang mengidentifikasi LPS sebagai penyelenggara penjaminan tersebut. Tingkat pemahaman ini cenderung lebih tinggi pada individu dengan pendidikan tinggi, mencapai 85,26%, dan pada pemilik rekening dengan saldo antara Rp100 juta hingga Rp500 juta, yaitu sebesar 92,6%.

Secara geografis, Provinsi Papua mencatat tingkat pengetahuan tertinggi mengenai penjaminan simpanan sebesar 77,14%, diikuti oleh DKI Jakarta (76,39%) dan Kalimantan Timur (74,73%). Namun, pemahaman yang lebih rendah ditemukan di wilayah Papua Pegunungan, Gorontalo, dan Sulawesi Selatan. Sementara itu, untuk penjaminan polis asuransi non-BPJS, kesenjangan pemahaman masyarakat sangat lebar, dengan hanya 12,47% yang mengetahui bahwa polis asuransi mereka akan dijamin oleh LPS mulai tahun 2028.

Data-data yang terungkap dari survei ini akan menjadi acuan penting bagi LPS dalam merumuskan strategi edukasi keuangan nasional yang lebih tepat sasaran. Pendekatan pengenalan lembaga yang efektif diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor keuangan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media rctiplus.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.