bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi aksi demonstrasi yang menuntut penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Luhut menyatakan bahwa kritik terhadap program MBG dipersilakan asalkan bertujuan untuk memperbaiki proses eksekusinya.
Menurut Luhut, program MBG memiliki potensi besar dalam menciptakan pemerataan ekonomi dan mendorong aktivitas ekonomi baru di berbagai daerah. Ia menjelaskan bahwa ide makan bergizi gratis ini dapat memunculkan simpul-simpul ekonomi baru yang berbasis pada pemerataan dan keadilan.
Luhut juga mengutip hasil kajian DEN yang menunjukkan bahwa program MBG mampu menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru dengan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia menekankan pentingnya fokus pada perbaikan pelaksanaan program daripada memperdebatkan keberadaannya, karena perdebatan yang terus-menerus dapat merugikan semua pihak.
Sebelumnya, sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia telah menggelar aksi demonstrasi. Salah satunya adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI yang menyampaikan lima tuntutan, termasuk penghentian program MBG. Di Makassar, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin juga menyoroti kebijakan MBG dan menuntut keterbukaan informasi publik serta pelibatan petani lokal dan UMKM daerah dalam program tersebut.