bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara (BBPMB) tekMIRA serta Society of Renewable Energy (SRE) Indonesia telah menyelenggarakan babak final kompetisi Innovation Harvest: Good Mining Practice Case Competition 2026. Ajang ini mendorong mahasiswa untuk menghasilkan gagasan inovatif yang berfokus pada solusi berbasis teknologi dan ekonomi sirkular guna mengatasi tantangan di sektor pertambangan, seperti keselamatan, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Kompetisi yang merupakan bagian dari rangkaian ESDM Goes to Campus 2026 ini diikuti oleh lebih dari 140 pendaftar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Peserta ditugaskan untuk merumuskan solusi terhadap berbagai persoalan pertambangan dengan mengacu pada konteks tantangan di wilayah Kalimantan Selatan. Tiga isu utama yang menjadi fokus adalah optimalisasi penerapan praktik pertambangan yang baik (good mining practice) di area operasi, pengelolaan lingkungan dan reklamasi pascatambang, serta program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
Enam tim berhasil melaju ke babak final setelah melalui proses seleksi proposal. Tim-tim tersebut berasal dari Politeknik Negeri Balikpapan, UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Muria Kudus, Universitas Tanjungpura, Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta, dan Universitas Padjadjaran. Dalam tahap final, setiap tim mempresentasikan solusi, strategi implementasi, dan potensi keberlanjutan gagasan mereka di hadapan dewan juri. Penilaian mencakup aspek keselamatan, efisiensi operasi, pengelolaan lingkungan, pascatambang, hingga pemberdayaan masyarakat.
Salah satu pendekatan yang mendapat perhatian adalah pemanfaatan teknologi untuk antisipasi bahaya di area tambang. Dewan juri mengapresiasi para finalis yang tidak hanya menawarkan gagasan, tetapi juga solusi yang berpotensi untuk diterapkan. Agus Wahyudi, Penyelidik Bumi Ahli Muda BBPMB tekMIRA, menyatakan bahwa kualitas gagasan yang ditampilkan sangat baik dan berharap ide-ide tersebut dapat berlanjut hingga tahap implementasi.
Juara pertama diraih oleh Tim Komando dari Politeknik Negeri Balikpapan dengan gagasan SIGAP TAMBANG, sebuah sistem prediksi dan kendali otomatis berbasis AI-IoT untuk mitigasi risiko longsor pada highwall tambang batubara terbuka. Peringkat kedua diraih oleh Miners 24 dari Universitas Tanjungpura melalui CARBON-HAUL, sistem deteksi dan prioritas perawatan haul road berbasis AI-GIS yang bertujuan meningkatkan efisiensi bahan bakar dan menekan emisi karbon. Sementara itu, CIRCL dari Universitas Padjadjaran menempati posisi ketiga dengan gagasan pemberdayaan kelompok kompos berbasis ekonomi sirkular untuk kemandirian masyarakat di sekitar wilayah tambang Kalimantan Selatan.
Koordinator Kehumasan dan Informasi Publik Ditjen Minerba, Anggita Miftah Hairani, menyampaikan bahwa kompetisi ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk lebih memahami persoalan pertambangan secara mendalam.