bytedaily
Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:59 WIB

Malware Mantax Otax Asal Indonesia Kombinasi Ransomware dan Spyware Dapat Intip Chat WhatsApp

Redaksi 14 September 2026 8 views
Malware Mantax Otax Asal Indonesia Kombinasi Ransomware dan Spyware Dapat Intip Chat WhatsApp
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, perusahaan keamanan siber Zimperium mengidentifikasi sebuah program jahat untuk Android yang dinamai Mantax Otax, yang diduga dioperasikan oleh pelaku di Indonesia.

Menurut temuan Zimperium, malware ini disebarkan melalui berkas APK berbahaya yang tidak berada di Google Play Store. Penyerang menggunakan taktik phishing dan rekayasa sosial untuk meyakinkan pengguna mengunduh dan memasang berkas tersebut, kemudian meminta akses layanan Aksesibilitas yang memberi kontrol luas atas perangkat yang terinfeksi.

Setelah terinstal, program tersebut menghubungkan ke infrastruktur command‑and‑control (C2) yang dihosting di GitHub, lalu mengirimkan data seperti lokasi, operator seluler, versi Android, dan ID perangkat. Malware ini menggabungkan fungsi ransomware yang mengunci berkas serta spyware yang dapat mencuri PIN layar, SMS, log panggilan, kontak, riwayat penelusuran, akun Google, serta lokasi pengguna.

Peneliti Zimperium juga mencatat bahwa Mantax Otax dapat menyadap percakapan di aplikasi WhatsApp dan Telegram dengan memanfaatkan layanan Aksesibilitas, serta mengambil foto melalui kamera perangkat dan mengirimkannya kembali ke operator. Versi kedua malware menambahkan fitur gangguan visual berupa video layar penuh dan gambar ‘jumpscare’. Modul ransomware hanya dapat dijalankan pada Android 9 atau versi lebih lama, karena pembaruan keamanan Scoped Storage pada Android 10 ke atas membatasi kemampuan enkripsi ke direktori eksternal.

Zimperium melaporkan bahwa perangkat dengan Play Protect aktif dan pembaruan keamanan terbaru sudah dapat mendeteksi serta memblokir Mantax Otax. Pengguna Android disarankan untuk menghindari pemasangan APK dari sumber tidak resmi dan menolak pemberian izin Aksesibilitas kepada aplikasi yang mencurigakan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.