bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut aksi peternak ayam petelur yang berujung pada pembuangan telur terjadi saat harga jual di tingkat peternak turun hingga tidak mencukupi biaya produksi, terutama pakan.
Budi mengatakan harga telur kini mulai membaik. Berdasarkan pemantauan pemerintah, harga rata-rata nasional mencapai Rp26.800 per kilogram, mendekati harga acuan Rp30.000 per kilogram. Ia menyampaikan hal tersebut setelah membuka acara Bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi 2026 pada Kamis (8/10).
Sebelumnya, harga telur di tingkat peternak berada di kisaran Rp22.000-Rp23.000 per kilogram. Menurut Budi, harga tersebut membuat sebagian peternak kesulitan membeli pakan.
Pemerintah menetapkan harga acuan dengan mempertimbangkan biaya produksi, distribusi, serta kemampuan konsumen. Budi menjelaskan, harga yang terlalu rendah dapat membuat peternak menghentikan usaha. Jika produksi berkurang, pasokan telur bisa menipis dan harga di tingkat konsumen berpotensi naik. Sebaliknya, pemerintah juga mempertimbangkan agar harga tidak membebani pembeli.
Harga acuan pembelian telur sebesar Rp30.000 per kilogram ditetapkan sejak Juni 2024 dan masih digunakan hingga kini.
Sebelumnya, sekitar 1.050 peternak ayam petelur dari sejumlah daerah, termasuk Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Lampung, menggelar aksi di depan Gedung DPR RI. Mereka menyuarakan penurunan harga telur di tingkat peternak dan tingginya biaya pakan.
Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Pinsar Petelur Nasional pada Rabu (7/10), pengurus organisasi tersebut, Suwardi, mengatakan harga telur sejak April berada di bawah harga acuan pembelian Badan Pangan Nasional sebesar Rp26.500 per kilogram. Ia menyebut harga rata-rata berkisar Rp19.000-Rp20.000 per kilogram dan sempat mencapai Rp17.100 per kilogram pada Juni.
Menurut Suwardi, peternak diperkirakan merugi sekitar Rp5.000-Rp7.000 per kilogram setiap hari, sementara biaya produksi, terutama pakan, meningkat. Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto mengatakan pihaknya akan menyampaikan keluhan peternak kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia juga berjanji meminta pemerintah mengupayakan penyerapan telur melalui program pemerintah dan menstabilkan harga jagung yang menjadi salah satu bahan pakan ternak.