bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 11:11 WIB

Mengenal Awan Noctilucent, Fenomena Langka yang Menghiasi Langit Awal Juni

Redaksi 08 Juni 2026 9 views
Mengenal Awan Noctilucent, Fenomena Langka yang Menghiasi Langit Awal Juni
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, musim penampakan awan bercahaya noctilucent secara resmi telah dimulai pada awal Juni, ditandai dengan penampakan pertamanya pada tanggal 2 Juni. Fenomena langka ini kembali terlihat menghiasi langit di belahan bumi utara, menampilkan kilauan keperakan yang khas selama musim panas.

Salah satu penampakan awan noctilucent paling awal berhasil diabadikan oleh fotografer John Clement di atas kota Kennewick, Washington, Amerika Serikat, pada 2 Juni 2026. Clement awalnya berniat memotret konjungsi planet Venus dan Jupiter, namun kemudian menyadari keberadaan awan langka tersebut di ufuk utara.

Sebelumnya, pengamat langit asal Jerman, Daniel Fischer, juga telah merekam fenomena ini melalui siaran langsung di platform X pada 31 Mei. Ia mendokumentasikan formasi awan yang bercahaya di atas kota Flensburg, Jerman. Fischer melalui akun X-nya menyatakan bahwa musim awan noctilucent 2026 telah dimulai di wilayah lintang utara tinggi dan kini telah mencapai Jerman.

Awan noctilucent terbentuk dari akumulasi kristal-kristal es berukuran sangat kecil di lapisan mesosfer Bumi, yang terletak sekitar 80 kilometer di atas permukaan. Ketinggian ini kira-kira sepuluh kali lebih tinggi dibandingkan awan cirrus dan formasi awan pada umumnya. Lokasi yang ekstrem ini, berada di batas luar angkasa, memungkinkan awan noctilucent menangkap dan memantulkan cahaya Matahari bahkan setelah Matahari terbenam dan sebelum fajar, ketika Matahari masih berada di bawah cakrawala.

Akibatnya, awan ini tampak bersinar terang di langit senja, sementara awan lain di atmosfer bawah terlihat gelap. Menurut informasi dari Space, awan noctilucent paling sering teramati antara pertengahan Mei hingga pertengahan Agustus, dengan puncak penampakannya di belahan bumi utara biasanya terjadi pada bulan Juli. Awan ini cenderung terbentuk di dekat kawasan kutub, di mana lapisan mesosfer mencapai suhu terdingin. Penampakan terbaik umumnya terjadi pada lintang 45 hingga 80 derajat utara dari ekuator.

Bagi yang ingin menyaksikan keindahan awan noctilucent, disarankan untuk mengarahkan pandangan ke langit bagian barat saat bintang-bintang pertama mulai muncul setelah Matahari terbenam. Cari formasi awan yang tipis, halus, dan memancarkan cahaya keperakan serta kebiruan di langit senja, sementara awan-awan lain di dekat cakrawala tampak gelap.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.