bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan kebutuhan komputasi untuk data center harus berjalan seimbang dengan kebutuhan masyarakat atas energi dan air. Hal itu disampaikan menanggapi pembangunan data center kecerdasan buatan (AI) di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.
Meutya menyebut kecukupan energi perlu diperhitungkan agar tidak mengganggu layanan publik maupun kebutuhan lain. Menurut dia, keseimbangan tersebut memerlukan koordinasi antarsektor sebelum izin pembangunan data center ditentukan.
Ia mengatakan Kementerian Komunikasi dan Digital akan memetakan kebutuhan komputasi Indonesia, jumlah pengguna internet, serta lokasi yang memiliki konektivitas memadai. Penentuan lokasi juga perlu mempertimbangkan ketersediaan air dan energi serta kualitas sinyal.
Meutya menegaskan pembangunan data center tidak boleh dilakukan berlebihan atau mengganggu kebutuhan masyarakat setempat. Lokasi fasilitas perlu disesuaikan dengan kebutuhan agar kebutuhan komputasi terpenuhi tanpa mengurangi ketersediaan air dan energi bagi warga.
Sebelumnya, proyek data center AI yang dikerjakan BDx Data Centers di Jatiluhur menjadi sorotan setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghentikan sementara pembangunannya. Proyek senilai Rp3,5 triliun itu dihentikan karena perizinan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) masih dalam proses.