bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Menpora Erick Thohir Dukung Penuh Penetapan Tersangka Mantan Pelatih Panjat Tebing

Redaksi 21 Agustus 2026 1 views
Menpora Erick Thohir Dukung Penuh Penetapan Tersangka Mantan Pelatih Panjat Tebing
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Bareskrim Polri yang telah menetapkan mantan pelatih kepala Pelatnas Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Hendra Basir (HB), sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan seksual.

Kasus yang melibatkan lima atlet putri panjat tebing ini diduga terjadi berulang kali antara tahun 2022 hingga Desember 2025. Saat ini, berkas perkara telah dinyatakan lengkap (P-21) dan telah dilimpahkan tahap kedua ke Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, meliputi tersangka dan barang bukti.

Erick Thohir menekankan krusialnya transparansi dalam proses hukum untuk menjamin perlindungan maksimal bagi para korban. Ia menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan dan pelecehan tidak akan ditoleransi dalam dunia olahraga, dan pelaku harus menerima hukuman yang setimpal serta dilarang kembali berkecimpung di dunia olahraga.

Lebih lanjut, Menpora menyatakan bahwa negara tidak boleh membiarkan atlet mengalami kekerasan atau pelecehan, terutama di lingkungan yang seharusnya aman. Ia ingin para korban mengetahui bahwa pemerintah hadir dan berpihak kepada mereka, memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, dan keadilan.

Menurut Erick, penanganan kasus ini harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi besar-besaran demi membenahi ekosistem olahraga nasional. Ia menginstruksikan seluruh induk organisasi cabang olahraga untuk menciptakan iklim pembinaan yang bebas dari intimidasi dan penyalahgunaan relasi kuasa. Olahraga, tegasnya, harus menjadi ruang aman bagi atlet untuk berkembang, berlatih, berprestasi, dan mengharumkan nama bangsa tanpa ada kekerasan atau pelecehan seksual, karena prestasi tidak boleh mengorbankan martabat dan keselamatan atlet.

Kemenpora juga akan mendorong proses pemulihan fisik dan psikologis bagi para korban, serta berupaya mencegah stigma negatif di masyarakat. Erick berharap para korban tetap kuat, tidak merasa bersalah, dan fokus pada pemulihan diri dengan dukungan penuh dari keluarga, federasi, pemerintah, dan masyarakat.

Penegakan hukum ini diharapkan dapat memperkuat mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan di dunia olahraga, demi menjaga integritas atlet nasional. Erick Thohir menegaskan visi untuk membangun olahraga Indonesia yang bersih dari doping, pengaturan pertandingan, kekerasan, pelecehan, intimidasi, dan penyalahgunaan kekuasaan, karena integritas olahraga dimulai dari perlakuan terhadap manusia di dalamnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun prestasi itu penting, keselamatan, martabat, dan masa depan atlet jauh lebih utama. Menpora berharap tidak ada lagi atlet yang merasa harus memilih antara mengejar prestasi dan melindungi diri sendiri.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.