bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 18:20 WIB

Mentan Amran Minta Perusahaan Serap Telur dan Daging Ayam Peternak Saat Program Makan Bergizi Gratis Libur

Redaksi 18 Juni 2026 10 views
Mentan Amran Minta Perusahaan Serap Telur dan Daging Ayam Peternak Saat Program Makan Bergizi Gratis Libur
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman telah meminta perusahaan pembeli atau offtaker produk peternakan untuk meningkatkan penyerapan telur dan daging ayam dari peternak lokal. Permintaan ini dikeluarkan seiring dengan berhentinya sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) akibat libur sekolah.

Permintaan tersebut disampaikan di tengah kondisi harga telur ayam di tingkat peternak yang sempat anjlok jauh di bawah harga acuan pemerintah, disebabkan oleh lemahnya penyerapan pasar. Amran menekankan pentingnya perusahaan pembeli untuk mengambil telur dengan harga yang menguntungkan peternak agar usaha peternakan dapat berkesinambungan dan berkelanjutan.

Menurut Amran, menjaga keberlanjutan usaha peternak sangat krusial untuk menjamin pasokan telur dan daging ayam tetap stabil. Jika harga terus berada di bawah biaya produksi dan menyebabkan kerugian bagi peternak, produksi berpotensi terganggu yang pada akhirnya dapat memicu kenaikan harga di masa mendatang.

Pemerintah, melalui Kementan, telah menyiapkan beberapa langkah untuk mengatasi penurunan harga telur di tingkat peternak. Salah satunya adalah koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk peningkatan penyerapan telur melalui program MBG. Amran juga menyebutkan adanya langkah lain seperti penyediaan pakan jagung SPHP dari Bulog dan imbauan kepada seluruh offtaker untuk membeli sesuai standar pemerintah.

Kepala BGN, Nanik S Deyang, telah merespons usulan tersebut dengan rencana peningkatan konsumsi telur dalam menu MBG. Sebelumnya, konsumsi telur yang hanya satu butir per minggu diusulkan menjadi tiga butir per minggu. Namun, peningkatan penyerapan ini tertahan sementara karena program MBG dihentikan selama libur sekolah.

Oleh karena itu, Amran kembali meminta perusahaan besar yang menjadi offtaker untuk membantu menyerap produksi telur dan daging ayam peternak sesuai dengan harga acuan pemerintah, setidaknya hingga penyerapan telur melalui MBG dapat kembali meningkat pasca libur sekolah. Imbauan ini disampaikan agar perusahaan membeli dengan standar pemerintah di bawah pengawasan Satgas Pangan.

Kementan sendiri telah mengusulkan peningkatan penggunaan telur dalam program MBG sejak harga telur di tingkat peternak turun hingga kisaran Rp20 ribu-Rp21 ribu per kilogram. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan telah mengirimkan surat kepada BGN pada 8 Mei 2026 untuk mendorong peningkatan pemanfaatan telur dalam menu MBG dan mengutamakan pembelian dari peternak lokal sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah.

Usulan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan Surat Edaran BGN yang mendorong peningkatan penggunaan telur dalam menu MBG serta penyerapan hasil produksi peternak di sekitar lokasi dapur MBG. Masalah harga telur menjadi perhatian pemerintah setelah peternak di sejumlah daerah, khususnya Blitar, Jawa Timur, mengeluhkan harga jual yang berada di bawah biaya produksi, dengan harga telur di kandang sempat menyentuh kisaran Rp20.600 per kilogram sementara biaya produksi sekitar Rp23 ribu per kilogram.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.