bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Menteri Pertanian Amran Sulaiman telah mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan sementara 14 pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan). Pejabat yang dicopot ini berasal dari jenjang eselon I hingga eselon III dan tengah menjalani pemeriksaan terkait dugaan penyimpangan dana miliaran rupiah.
Menurut Amran, langkah ini merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus penegakan disiplin di Kementan. Bersamaan dengan pencopotan tersebut, Kementan juga melantik lebih dari 30 pejabat baru, termasuk untuk posisi eselon II.
Amran menjelaskan bahwa 14 pejabat yang dicopot tidak akan menduduki jabatan apa pun selama proses pemeriksaan berlangsung. Ia menegaskan bahwa jika terbukti merugikan negara, kasus tersebut akan diserahkan kepada aparat penegak hukum. Namun, ia juga menekankan bahwa asas keadilan akan tetap diutamakan. Jika terbukti tidak bersalah, para pejabat tersebut akan dikembalikan ke jabatannya, bahkan berpotensi mendapatkan promosi.
Prinsip meritokrasi ditegaskan Amran dalam proses ini, yang berarti tanpa memandang kedekatan pribadi atau keluarga. Ia bahkan mengungkapkan bahwa salah satu pejabat yang diperiksa adalah kerabat dekatnya, namun tindakan ini diambil demi kepentingan negara.
Amran berpandangan bahwa membiarkan dugaan pelanggaran terus terjadi akan membuka celah bagi praktik kejahatan di Kementan. Oleh karena itu, ia memilih untuk bertindak cepat terhadap para pejabat yang diduga melakukan pelanggaran. Jenis pelanggaran yang diselidiki, menurut Amran, berkaitan dengan masalah keuangan dengan nilai total mencapai miliaran rupiah.
Proses pengusutan dugaan penyimpangan ini ditargetkan selesai dalam waktu maksimal tiga bulan, dengan harapan dapat rampung dalam satu bulan. Amran juga tidak menutup kemungkinan akan ada tindakan serupa terhadap pejabat lain jika ditemukan masalah atau dugaan pelanggaran baru. Tindakan tegas ini merupakan bagian dari arahan Presiden, dan Amran mengaku telah melaporkan perkembangan ini.