bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid bertemu dengan Co‑Founder sekaligus CEO Roblox, David Baszucki, pada Selasa, 22 September 2023, di kantor pusat Roblox yang berlokasi di Silicon Valley, Amerika Serikat, untuk membahas kewajiban platform dalam memenuhi regulasi Indonesia, khususnya Peraturan Pemerintah tentang Tunas.
Dalam pertemuan tersebut, Meutya menegaskan bahwa banyak anak Indonesia menyukai Roblox dan mengharapkan platform tersebut turut melindungi mereka dengan memastikan keamanan yang memadai.
Roblox telah mengimplementasikan beberapa langkah, antara lain penggunaan teknologi face age estimation, pembatasan fitur komunikasi bagi pengguna anak, serta peluncuran layanan khusus seperti Roblox Kids dan Roblox Select.
Namun, Menteri menilai langkah‑langkah tersebut masih perlu diperkuat, khususnya dalam meningkatkan akurasi verifikasi usia dan menegakkan perlindungan yang lebih ketat bagi pengguna di bawah usia 16 tahun.
Meutya juga menekankan pentingnya prinsip safety‑by‑design, yakni keamanan dan perlindungan anak harus dibangun sejak tahap perancangan produk dan fitur, bukan hanya sebagai respons setelah terjadinya pelanggaran.
Ia meminta Roblox memperketat pembatasan interaksi antara anak dan orang dewasa yang tidak dikenal, mencegah perpindahan percakapan ke luar platform, serta menghentikan perilaku berisiko sejak dini.
Menurut Meutya, permintaan tersebut relevan mengingat tingginya penggunaan Roblox di kalangan anak‑anak Indonesia.
David Baszucki menanggapi bahwa pihaknya terbuka menyesuaikan produk dengan regulasi dan kebutuhan negara tempat platform beroperasi, serta menyadari tanggung jawab besar terhadap pengguna muda. Ia menambahkan bahwa perubahan yang diminta dapat menjadi bagian dari arah pengembangan Roblox ke depan dan berpotensi diterapkan di negara lain dengan kebutuhan serupa.
Selain aspek produk, Meutya mengusulkan Roblox memperkuat kehadiran langsung di Indonesia melalui penempatan perwakilan senior atau pembukaan kantor di Jakarta, guna mempercepat komunikasi, koordinasi, dan interaksi dengan pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan perlindungan anak.
Permintaan tersebut merupakan kelanjutan dari upaya Roblox yang sebelumnya menyatakan sedang mengevaluasi penempatan senior leader di Indonesia.
Komdigi juga meminta agar implementasi PP Tunas dipantau melalui pelaporan rutin, terukur, dan transparan.
Meutya menegaskan bahwa komitmen perlindungan anak harus terlihat dalam perubahan nyata di platform, bukan sekadar pengumuman kebijakan, dan pemerintah akan memastikan setiap platform yang beroperasi di Indonesia mematuhi ketentuan yang berlaku.