bytedaily
Selasa, 22 September 2026 - 00:43 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Raih Skor Tertinggi 91 dalam Penilaian Kinerja Pemerintah IndexPolitica

Redaksi 08 September 2026 5 views
Menteri Pertanian Andi Amran Raih Skor Tertinggi 91 dalam Penilaian Kinerja Pemerintah IndexPolitica
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperoleh skor 91 dalam Government Performance Assessment yang disusun oleh IndexPolitica Indonesia, menjadikannya menteri dengan kinerja tertinggi di antara sepuluh menteri Kabinet Merah Putih.

Skor 91 menempatkan Amran pada peringkat pertama, diikuti oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani dengan nilai 89, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa 87, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti 86, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin 85.

Penilaian IndexPolitica menekankan pada pencapaian yang dapat diukur dan diverifikasi, bukan pada tingkat popularitas atau eksposur media. Metode yang dipakai merupakan Evidence-Based Government Performance Evaluation dengan pendekatan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA).

Menurut Denny Charter, founder dan peneliti senior IndexPolitica Indonesia, popularitas dan kinerja adalah dua hal yang berbeda. "Yang kami ukur adalah kinerja, bukan popularitas. Menteri yang sering diberitakan belum tentu menteri dengan kinerja terbaik," ujarnya.

Evaluasi kinerja kementerian dilakukan melalui enam dimensi dengan total bobot 100 persen: Policy Output (20 %), Policy Outcome (25 %), Implementation Effectiveness (20 %), Public and Economic Impact (15 %), Policy Innovation (10 %), dan Intergovernmental Coordination (10 %). Dimensi Policy Outcome mendapat bobot terbesar karena mengukur perubahan substantif yang dihasilkan kebijakan.

Untuk Kementerian Pertanian, IndexPolitica menggunakan indikator sektoral seperti produksi pangan, stok, dan produktivitas, yang merupakan bagian dari ukuran output dan outcome yang dapat diverifikasi lewat data sektoral.

Penilaian ini sejalan dengan capaian sektor pertanian selama dua tahun terakhir, yang mencakup peningkatan produksi, penguatan stok pangan, peningkatan produktivitas, serta percepatan program‑program yang langsung menyentuh petani, termasuk penguatan irigasi, penyediaan benih, mekanisasi, dan program pupuk.

Denny menegaskan bahwa metodologi ini bertujuan membedakan antara kementerian yang banyak melakukan aktivitas atau mendapatkan pemberitaan dengan kementerian yang mampu menghasilkan perubahan kebijakan dan output terukur. "Popularitas adalah persepsi. Kinerja adalah delivery. Karena itu, keduanya tidak boleh dicampur dalam satu indikator," tutupnya.

Skor tertinggi yang diraih Mentan Amran menandakan bahwa sektor pertanian dinilai memiliki indikator output dan outcome yang jelas serta dapat diverifikasi melalui data sektoral.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.