bytedaily
Kamis, 23 April 2026 - 17:45 WIB

Mesin Katup Selubung Knight: Inovasi Aneh yang Tenang di Era Awal Otomotif

Redaksi 23 April 2026 4 views
Mesin Katup Selubung Knight: Inovasi Aneh yang Tenang di Era Awal Otomotif
Ilustrasi visual (Sumber: jalopnik.com)

bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, pada tahun 1905, ketika industri otomotif masih sangat muda dan popularitas mobil terus meningkat, kebisingan menjadi salah satu masalah utama. Kebisingan ini sebagian disebabkan oleh tutup dan pegas katup poppet yang membuka dan menutup katup masuk serta buang. Seorang penemu Amerika, Charles Knight, mencoba mengatasi masalah ini dengan merancang mesin tanpa pegas katup sama sekali.

Mesin Katup Selubung Knight mengganti tutup dan pegas katup dengan selubung yang bergerak bolak-balik di sekeliling silinder. Hasilnya adalah mesin yang jauh lebih senyap dibandingkan mesin konvensional, sehingga dijuluki "Silent Knight". Namun, produsen mobil Amerika awalnya tidak terkesan. Knight kemudian membawanya ke Eropa, di mana mesin ini diadopsi oleh perusahaan seperti Mercedes dan Daimler. Knight melisensikan teknologinya kepada beberapa produsen mobil di benua itu, dengan batasan satu perusahaan per negara.

Beberapa tahun kemudian, produsen mobil Amerika mulai menunjukkan minat pada mesin Knight. Knight melisensikannya kepada beberapa perusahaan AS, namun Willys-Overland menjadi yang paling sukses, menjual hingga 50.000 unit model Willys-Knight per tahun. Pada masa itu, mesin katup poppet konvensional mulai dianggap ketinggalan zaman, seiring dengan era inovasi mesin pembakaran, seperti penemuan mesin putar Gnome 7 silinder untuk pesawat terbang.

Konsep di balik mesin ini mungkin terdengar sederhana, namun kenyataannya tidak demikian. Pada dasarnya, mesin ini bekerja dengan cara yang berbeda. Alih-alih menggunakan tutup dan pegas katup poppet yang berisik, setiap silinder dikelilingi oleh dua selubung. Setiap selubung memiliki celah di bagian atas. Selubung-selubung ini bergerak naik turun sesuai dengan tahapan langkah piston. Selama fase pemasukan, celah selubung sejajar dengan lubang masuk. Saat fase kompresi, selubung memblokir lubang port. Setelah pembakaran terjadi dan mendorong piston ke bawah, mesin memasuki fase pembuangan, di mana celah selubung sejajar dengan lubang buang. Desain ini mungkin terlihat aneh, namun konsep katup selubung ini dianggap elegan dan efisien bahan bakar pada masanya.

Pada tahun 1913, Théodore Pilette mengikutsertakan Mercedes-Knight 16/45 hp dalam balapan Indianapolis 500. Meskipun memiliki waktu kualifikasi paling lambat, mobil tersebut berhasil finis di posisi kelima yang mengesankan, sebagian karena tidak perlu melakukan pit stop.

Mesin Katup Selubung Knight memang berhasil memecahkan beberapa masalah mesin katup poppet, namun ada konsekuensinya. Biaya produksi mesin ini sangat mahal, kemungkinan karena bobotnya yang berat dan kompleksitas teknologinya pada saat itu. Itulah sebabnya Willys-Overland menjual Willys-Knight sebagai model premium, sementara memproduksi model katup poppet konvensional untuk konsumen umum. Mesin Knight juga mengonsumsi banyak oli, menghasilkan asap yang cukup banyak. Seiring waktu, perbaikan pada mesin katup poppet konvensional terus dilakukan, mengatasi masalah-masalah yang sebelumnya dipecahkan oleh mesin Knight. Akibatnya, tidak ada lagi alasan yang kuat untuk berinvestasi pada teknologi yang menghasilkan asap dan mahal tersebut.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.