bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 00:32 WIB

Mesin Semi-Truk Cummins Menjadi Mesin Bermesin Turbo Pertama yang Berlaga di Indianapolis 500

Redaksi 26 Mei 2026 14 views
Mesin Semi-Truk Cummins Menjadi Mesin Bermesin Turbo Pertama yang Berlaga di Indianapolis 500
Ilustrasi visual (Sumber: jalopnik.com)

bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, mesin bermesin turbo pertama yang pernah berlaga di Indianapolis 500 bukanlah dari pabrikan yang biasa diasosiasikan dengan dunia balap. Kehormatan tersebut jatuh kepada Cummins, sebuah perusahaan yang lebih dikenal dengan mesin diesel truk yang tangguh dan tahan lama.

Pada tahun 1952, mobil balap #28 Cummins Diesel Special yang dikemudikan oleh Freddie Agabashian tidak hanya sekadar berpartisipasi, tetapi berhasil meraih posisi terdepan (pole position) dengan rekor lap tercepat 139,104 mil per jam. Agabashian juga mencatatkan rekor empat lap dengan rata-rata 138,010 mil per jam. Kecepatan mobil tersebut bahkan menyebabkan salah satu bannya terkoyak saat kualifikasi. Sayangnya, saat balapan berlangsung, serpihan karet di lintasan menyumbat saluran masuk turbo mesin, memaksa Agabashian keluar dari perlombaan.

Mesin yang digunakan adalah unit JT-600 I6 berkapasitas 6,6 liter dengan 24 katup dan sistem injeksi bahan bakar PT terbaru dari Cummins, yang mampu menghasilkan sekitar 430 tenaga kuda. Angka ini lebih dari dua kali lipat output mesin JT-600 versi produksi yang menjadi basisnya. Mesin balap ini dipasang sedikit miring dari posisi horizontal, menghasilkan mobil dengan *stance* yang lebih lebar, penanganan yang lebih baik, dan sistem pelumasan yang dimodifikasi. Cummins bahkan menyempurnakan aerodinamika mobil di terowongan angin, sebuah terobosan baru untuk mobil Indy.

Keputusan Cummins untuk menggunakan Indianapolis 500 sebagai ajang uji coba teknologi truk mungkin tampak tidak biasa di masa kini. Namun, pendiri Cummins, Clessie Cummins, memiliki keterkaitan historis dengan sirkuit tersebut. Ia merupakan bagian dari kru pit Ray Harroun saat memenangkan balapan perdana Indianapolis 500 pada tahun 1911 dengan Marmon Wasp.

Mobil Cummins pertama yang mengikuti balapan adalah pada tahun 1931. Saat itu, perusahaan ingin membuktikan bahwa mesin diesel truk mereka memiliki kekuatan dan efisiensi untuk bertahan dalam balapan sejauh 500 mil. Misi tersebut berhasil, karena mobil Cummins menjadi yang pertama menyelesaikan seluruh jarak balapan tanpa berhenti, dengan rata-rata kecepatan 97 mil per jam dan finis di posisi ke-13, hanya menghabiskan bahan bakar senilai 1,40 dolar.

Cummins kembali ke Indy pada tahun 1934 dengan dua mobil balap untuk membandingkan performa mesin dua tak dan empat tak perusahaan. Meskipun mesin bensin dua tak kemudian mendominasi di dunia sepeda motor, mesin diesel dua tak Cummins tidak mampu bersaing di Indianapolis 500. Tak lama setelah itu, Cummins menghentikan pengembangan mesin dua tak untuk truk produksinya.

Teknologi *forced induction* (peningkatan tenaga mesin menggunakan turbocharger atau supercharger) mulai diterapkan pada mobil balap Cummins pada tahun 1950. Cummins Green Hornet menggunakan mesin I6 supercharged dengan blok aluminium dan tenaga 345 kuda. Mobil tersebut meraih hasil yang beragam di Indianapolis, namun berhasil mencatatkan enam rekor kecepatan di Amerika Serikat dan internasional pada tahun yang sama. Saat ini, mobil diesel balap modern umumnya terbatas pada lintasan drag race.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.