bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, Meta berencana memperluas pemasaran kacamata AI buatannya ke Indonesia pada akhir tahun ini. Namun, perusahaan belum memastikan tanggal kehadiran maupun harga kedua perangkat tersebut di Tanah Air.
Dua model yang akan dibawa adalah Ray-Ban Meta Audio, kacamata tanpa kamera yang berfokus pada audio, serta Ray-Ban Meta Gen 3 yang dilengkapi kamera dan teknologi audio Dolby Atmos. CEO Meta Mark Zuckerberg memperkenalkannya dalam acara Meta Connect pada Rabu (23/9).
Ray-Ban Meta Audio menggabungkan fungsi earbud dengan AI. Pengguna dapat mendengarkan musik dan podcast, menerima panggilan, serta berinteraksi dengan asisten AI tanpa menggunakan tangan. Perangkat berbobot 43 gram ini diklaim mampu bertahan hingga 12 jam dalam sekali pengisian daya, dengan tambahan daya hingga 48 jam dari wadah pengisian.
Model audio tersebut ditawarkan dalam 23 kombinasi warna dan lensa, dengan pilihan bentuk Clubmaster dan Burbank. Meta juga menyematkan agen AI Muse untuk membantu pengguna mengelola kegiatan, seperti mengatur jadwal dan membuat pengingat tanpa membuka ponsel.
Sementara itu, Ray-Ban Meta Gen 3 memiliki kamera 12 megapiksel yang dapat merekam video beresolusi 3K Ultra HD. Fitur kameranya mencakup pemilihan foto dengan bingkai terbaik, sedangkan lampu LED bawaan memberi tahu orang lain saat pengguna mengambil foto atau video.
Ray-Ban Meta Gen 3 diklaim dapat digunakan hingga sembilan jam dan dilengkapi enam mikrofon yang menurut Meta mampu mengurangi lebih dari 90 persen suara bising. Kemampuan merekam video dengan Dolby Atmos dan suara spasial 360 derajat dijadwalkan hadir pada akhir tahun.
Model Gen 3 tersedia dalam 27 kombinasi warna dan lensa, dengan gaya Aviator, Zena, dan Wayfarer. Edisi Aviator akan dijual terbatas. Kedua kacamata tersebut sudah dapat dipesan di Amerika Serikat dan dijadwalkan dikirim mulai 13 Oktober. Informasi harga yang tercantum dalam sumber tidak lengkap, sehingga harga perangkat belum dapat dipastikan.