bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Meta telah resmi memperkenalkan Muse Glimmer, sebuah model kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk dapat beroperasi secara lokal pada komputer berspesifikasi tinggi tanpa memerlukan koneksi internet.
Model AI dengan 30 miliar parameter ini dikembangkan agar dapat dijalankan di perangkat Mac maupun PC menggunakan GPU kelas konsumen. Bobot modelnya tersedia untuk diunduh secara bebas di Hugging Face dengan lisensi Apache 2.0, yang memberikan fleksibilitas bagi para pengembang untuk menggunakannya, memodifikasi, dan membangun produk turunan secara gratis.
Menurut informasi dari cnnindonesia.com, Muse Glimmer versi ini secara spesifik ditujukan untuk para pengembang, berfungsi sebagai fondasi untuk menggerakkan agen AI, bukan sebagai produk yang siap pakai. Meta membayangkan model ini dapat bertindak sebagai asisten pribadi yang mampu memecah tugas besar menjadi langkah-langkah kecil dan memanfaatkan aplikasi pendukung untuk menyelesaikannya.
Perusahaan juga mengemukakan potensi agen AI lokal yang dapat mengelola jadwal, menyusun draf pesan, merapikan berkas, hingga membantu dalam penulisan dan perbaikan kode pemrograman. Model ini memiliki kemampuan untuk memproses gambar bersamaan dengan teks, menjalankan tugas bertingkat, serta berupaya memulihkan diri secara mandiri saat menghadapi kendala sistem. Meta menyatakan bahwa model ini dilatih menggunakan data dari lebih dari 100 bahasa.
Untuk dapat dijalankan pada satu perangkat komputer, diperlukan proses kompresi ukuran model. Muse Glimmer pada tingkat presisi penuh membutuhkan memori lebih dari 55 GB, namun Meta telah berhasil memadatkannya menjadi di bawah 20 GB. Versi padat ini dirancang agar sesuai dengan alokasi memori 24 GB hingga 32 GB dan telah diuji pada perangkat keras seperti prosesor M4 Max dan M5 Max dari Apple, serta GPU RTX 5090 dari Nvidia.
Meskipun Meta menyebut Muse Glimmer sebagai open source, istilah open weight lebih tepat karena hanya kalkulasi yang dipelajari model selama pelatihan yang dibuka untuk umum, sementara data dan infrastruktur pembuatannya tidak diungkapkan sepenuhnya. Namun, lisensi Apache 2.0 memberikan kebebasan yang signifikan bagi pengembang dibandingkan dengan model tertutup.