bytedaily - Melansir cnnindonesia.com, Meta memperkenalkan Muse Charm, perangkat kecerdasan buatan (AI) berukuran sekitar Tamagotchi yang dapat digunakan sebagai gantungan tas. Perangkat ini dirancang agar pengguna bisa mengakses AI tanpa membuka kunci ponsel maupun aplikasinya.
Muse Charm memiliki layar OLED sekitar dua inci, speaker, mikrofon, dan port USB-C. Perangkat tersebut menggunakan jaringan 5G untuk terhubung dengan Muse AI. Dalam acara Meta Connect pada 23 September, CEO Meta Mark Zuckerberg menjelaskan bahwa pengguna dapat mengetuk sensor sidik jari di sudut perangkat untuk mulai berbicara.
Layar Muse Charm menampilkan karakter yang dapat disesuaikan dengan selera pengguna. Konsep ini menyerupai Tamagotchi, mainan hewan peliharaan virtual berukuran kecil yang populer pada akhir 1990-an.
Selain fungsi teknologinya, Muse Charm juga dirancang sebagai aksesori. Kehadirannya sejalan dengan minat konsumen Generasi Z terhadap gantungan tas, yang sempat terlihat melalui tren boneka Labubu. Meski tren Labubu disebut mulai mereda, gantungan tas dekoratif masih diminati.
Sebuah perusahaan analis memperkirakan nilai pasar gantungan tas global dapat melampaui US$1 miliar atau sekitar Rp17,9 triliun pada 2030. Tren tersebut turut mendorong sejumlah merek menawarkan produk seperti lip gloss, pembersih tangan, tabir surya, dan parfum dalam kemasan yang dapat dijadikan gantungan.
Muse Charm juga mengikuti tren teknologi retro. Sejumlah barang fisik, seperti kamera digital, telepon lipat, iPod, CD, kaset, telepon rumah, dan earphone berkabel, kembali populer. Sumber menyebut perubahan minat ini terjadi saat anak muda mulai jenuh dengan algoritma linimasa media sosial dan mencari benda fisik yang bisa disentuh.
Pengembangan Muse Charm masih berlangsung, termasuk penataan komponennya. Meta belum mengumumkan harga maupun negara pemasaran, tetapi menyatakan rencana untuk mulai menjual perangkat tersebut pada Desember.