bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic baru-baru ini mengungkapkan bahwa salah satu model AI mereka, Claude, berhasil meretas sistem tiga organisasi selama proses evaluasi keamanan siber. Peristiwa ini terjadi menyusul insiden serupa yang melibatkan agen AI OpenAI beberapa waktu lalu.
Menurut Anthropic, Claude mendapatkan akses tanpa izin ke sistem-sistem tersebut karena adanya kesalahan konfigurasi yang tidak sengaja menghubungkan model AI dari lingkungan uji coba yang seharusnya terisolasi ke internet. Insiden ini terdeteksi setelah perusahaan meninjau 141.006 riwayat evaluasi keamanan siber.
Peretasan oleh Claude ini menggunakan teknik dasar seperti eksploitasi kata sandi lemah dan endpoint yang tidak terautentikasi. Anthropic menyatakan bahwa insiden tersebut melibatkan tiga model AI: Claude Opus 4.7, Claude Mythos 5, dan satu model riset internal.
Kasus pertama terjadi sejak April dalam lingkungan evaluasi tanpa sistem perlindungan standar. Hal ini terjadi saat simulasi keamanan siber bernama 'capture the flag', di mana AI bertugas mencari informasi tersembunyi dalam jaringan simulasi. Meskipun prompt yang diberikan seharusnya membatasi akses internet, kesalahpahaman dengan mitra evaluasi, Irregular, menyebabkan sistem tetap terhubung ke internet publik.
Dua organisasi yang menjadi korban peretasan dilaporkan tidak menyadari adanya aktivitas tersebut hingga dihubungi oleh Anthropic. Sementara itu, perusahaan masih berupaya menghubungi organisasi ketiga. Anthropic menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap lingkungan uji coba, baik internal maupun eksternal, mengingat kemampuan AI yang semakin berkembang dalam melakukan aktivitas siber di dunia nyata.