bytedaily - Melansir cnnindonesia.com, MotoGP belum memiliki rencana menggelar balapan di Afrika, meski Formula 1 (F1) telah mengumumkan kerja sama dengan Rwanda untuk mengadakan Grand Prix pada awal 2030-an. GPOne melaporkan bahwa belum ada proyek MotoGP yang melibatkan fasilitas Bugesera di Rwanda.
Laporan tersebut juga menyebut sirkuit yang dirancang untuk F1 belum tentu memenuhi kebutuhan MotoGP. Setiap Grand Prix balap motor harus melewati pengujian khusus untuk memperoleh homologasi dari FIM.
MotoGP terakhir kali menggelar balapan di Afrika pada 2004. Valentino Rossi, yang saat itu membela Yamaha, menjadi juara. Sementara itu, F1 terakhir berlomba di Afrika pada 1993 di Sirkuit Kyalami, Johannesburg, dengan Alain Prost sebagai pemenang.
Pembahasan mengenai kemungkinan MotoGP kembali ke Afrika mengemuka setelah pengumuman kerja sama F1 dengan Rwanda. Kedua ajang tersebut kerap dibandingkan, terlebih MotoGP dan F1 sama-sama berada di bawah Liberty Media. Perusahaan asal Amerika Serikat itu mengakuisisi MotoGP pada 2025 dan telah menaungi F1 sejak 2017. Namun, untuk sementara, MotoGP disebut belum memiliki rencana kembali ke benua Afrika.