bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 00:31 WIB

NASA Buka Tender Pengelolaan Jet Propulsion Laboratory, Perubahan Terbesar dalam 70 Tahun

Redaksi 27 Mei 2026 13 views
NASA Buka Tender Pengelolaan Jet Propulsion Laboratory, Perubahan Terbesar dalam 70 Tahun
Ilustrasi visual (Sumber: jalopnik.com)

bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, NASA mengumumkan pada Jumat bahwa mereka akan membuka proses penawaran (tender) untuk operator baru yang akan mengambil alih Jet Propulsion Laboratory (JPL). JPL sendiri bertanggung jawab atas seluruh rover Mars Amerika dan wahana Voyager yang kini menjadi objek buatan manusia terjauh di alam semesta. Perubahan ini, yang akan terjadi ketika perjanjian pengelolaan saat ini dengan Caltech berakhir pada 30 September 2028, diprediksi menjadi perubahan terbesar di institusi tersebut dalam 70 tahun terakhir.

JPL, yang didirikan pada tahun 1936, menjadi pusat riset dan pengembangan yang didanai federal (FFRDC) untuk NASA sejak badan antariksa tersebut berdiri pada 1958. Secara formal, JPL bukan fasilitas pemerintah dan karyawannya bukan pegawai negeri sipil. Sebaliknya, entitas pihak ketiga bertugas mengelola organisasi dan mempekerjakan seluruh tenaga ahli. Selama 68 tahun, entitas tersebut adalah California Institute of Technology (Caltech), dan pengelolaannya kini pertama kali ditantang.

Dalam beberapa tahun terakhir, JPL menghadapi tantangan finansial dengan beberapa kali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk mengendalikan biaya yang membengkak. Bersamaan dengan itu, industri antariksa swasta yang berkembang pesat menunjukkan bahwa perusahaan swasta mampu mencapai hal-hal yang sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh pemerintah, dengan biaya lebih rendah. NASA sendiri telah berupaya mengalihkan beberapa kapabilitasnya ke sektor swasta, termasuk stasiun luar angkasa, mencari cara yang lebih efisien untuk melakukan tugas-tugasnya. Kini, JPL juga berada di bawah pengawasan tersebut.

NASA telah mengisyaratkan niat ini sejak lama. Pada Juli 2025, NASA mengadakan 'Industry Engagement Day' untuk mengumpulkan masukan dari calon-calon pengelola JPL. Saat itu, badan antariksa tersebut secara terbuka menyatakan niatnya untuk membuka tender, sebagai persiapan bagi para calon potensial. Dalam acara tersebut, hadir perusahaan besar seperti Boeing dan Lockheed Martin, namun sebagian besar pesertanya adalah universitas, termasuk Caltech sendiri.

Dengan demikian, kemungkinan besar pengelola JPL selanjutnya adalah universitas lain. Siapapun yang terpilih harus mengelola JPL dengan biaya yang lebih rendah agar memenangkan tender. Namun, secara konseptual, hal ini diharapkan dapat menjaga budaya dan misi JPL tetap utuh. Institusi akademik memiliki perhatian pada penelitian demi penelitian, yang menjadi alasan hubungan erat NASA dengan mereka. Caltech sendiri berencana untuk mengajukan penawaran, sehingga ada kemungkinan kesinambungan jika mereka kembali dipercaya. Namun, bahkan dalam skenario tersebut, Caltech hanya akan menang jika mampu menawarkan pengelolaan yang lebih efisien dari segi biaya.

Perlu dicatat bahwa Boeing atau pesaing JPL lainnya juga bisa mengajukan penawaran. Jika salah satu dari mereka yang menang, ini bisa menandakan perubahan yang lebih besar. Filosofi dan metode kerja mungkin bergeser, dengan penekanan lebih besar pada efisiensi biaya yang dapat memengaruhi operasi sehari-hari dan bahkan misi secara keseluruhan.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.