bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, OpenAI meluncurkan Dots, asisten kecerdasan buatan pribadi berbentuk karakter kartun yang dirancang aktif selama 24 jam. Dots diklaim dapat membantu berbagai pekerjaan, seperti memesan restoran dan merancang situs web.
OpenAI menyebut Dots dirancang agar agen pribadi dapat bekerja secara mandiri tanpa henti. Perusahaan mengatakan asisten ini mampu menghasilkan pekerjaan yang menyesuaikan gaya pengguna, bahkan dalam beberapa situasi sebelum pengguna memikirkan kebutuhannya.
Dots menggunakan model AI terbaru OpenAI, GPT-6 Astra, dan dapat terhubung dengan lebih dari 4.000 aplikasi. Di antaranya terdapat perangkat kerja seperti Slack dan Teams, yang memungkinkan asisten menjalankan tugas atas nama pengguna.
OpenAI menyatakan Dots memiliki perlindungan keamanan dan privasi tambahan. Salah satu fitur yang disediakan adalah mode read-only, yang mencegah agen AI mengendalikan peramban atau komputer ketika pengguna tidak berada di dekat perangkat.
Peluncuran Dots berlangsung setelah Meta memperkenalkan asisten AI Muse dan Google meluncurkan Gemini Spark pada Mei lalu. Kehadiran asisten tersebut terjadi di tengah perdebatan mengenai cara memperoleh manfaat AI sekaligus mengurangi risiko bagi umat manusia.
OpenAI juga termasuk dalam enam perusahaan teknologi yang menandatangani kesepakatan standar AI yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam kesepakatan itu, para pimpinan OpenAI, Anthropic, Google, Meta, xAI, dan Nvidia berkomitmen menerapkan kontrol internal yang ketat pada model AI mereka serta bekerja sama dengan auditor eksternal untuk memeriksa mekanisme perlindungan.