bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, pakar keuangan Aliyah Natasya menekankan pentingnya masyarakat mempersiapkan dana kesehatan sejak usia produktif untuk menghindari potensi gangguan finansial di masa depan. Menurutnya, banyak orang masih menganggap biaya kesehatan hanya muncul saat sakit, padahal tanpa perencanaan yang matang, kebutuhan medis dapat mengganggu stabilitas keuangan individu maupun keluarga.
Aliyah menjelaskan bahwa risiko kesehatan bisa datang kapan saja dan tidak terduga, sehingga biaya pemeriksaan, pengobatan, dan perawatan medis yang cenderung meningkat perlu dimasukkan dalam perencanaan keuangan jangka panjang. Ia menyoroti bahwa generasi muda sering menunda persiapan dana kesehatan karena merasa masih sehat, padahal semakin dini persiapan dilakukan, semakin ringan beban finansial yang akan dihadapi.
“Menyiapkan dana kesehatan bukan berarti menunggu sakit. Justru persiapan dilakukan ketika kondisi masih sehat agar ketika risiko muncul, kita tidak perlu mengorbankan kebutuhan finansial lainnya,” ujar Aliyah. Ia menambahkan bahwa pengelolaan kesehatan dan keuangan kini semakin terkait erat, di mana kesadaran untuk pemeriksaan rutin, pola hidup sehat, dan perencanaan keuangan yang baik dapat meminimalkan risiko pengeluaran tak terduga.
Lebih lanjut, Aliyah mengingatkan bahwa biaya kesehatan yang tidak dipersiapkan dapat mengikis dana darurat secara berlebihan dan menunda pencapaian tujuan keuangan lainnya. Oleh karena itu, ia menyarankan masyarakat untuk mencatat kebutuhan kesehatan dalam anggaran bulanan, memiliki perlindungan kesehatan yang memadai, serta menyisihkan dana khusus untuk kebutuhan medis di masa mendatang. Perencanaan keuangan yang sehat, menurutnya, mencakup antisipasi terhadap risiko, termasuk risiko kesehatan.
Dalam konteks yang sama, PT Prodia Digital Indonesia bersama blu by BCA Digital meluncurkan fitur pembayaran digital U-aang dalam aplikasi U by Prodia. Fitur ini bertujuan mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran berbagai layanan kesehatan, seperti pemeriksaan laboratorium, vaksinasi, konsultasi, hingga pembelian produk kesehatan, dengan harapan dapat mendorong masyarakat untuk lebih rutin memantau kesehatannya.