bytedaily
Senin, 17 Agustus 2026 - 21:49 WIB

PBSI Tarik Dua Pasangan Ganda Campuran dari Kejuaraan Dunia 2026 Akibat Dugaan Pelanggaran Integritas

Redaksi 13 Agustus 2026 8 views
PBSI Tarik Dua Pasangan Ganda Campuran dari Kejuaraan Dunia 2026 Akibat Dugaan Pelanggaran Integritas
Ilustrasi visual (Sumber referensi: facebook.com)

bytedaily - Melansir informasi dari facebook.com, persiapan Indonesia untuk Kejuaraan Dunia BWF 2026 mengalami kendala serius menyusul keputusan resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) untuk menarik dua pasangan ganda campuran dari turnamen tersebut. Pasangan yang dimaksud adalah Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu yang menempati peringkat 13 dunia, serta Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil yang berada di peringkat 24 dunia. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung di New Delhi, India, pada 17 hingga 23 Agustus.

Meskipun PBSI tidak secara langsung menuding para pemain terlibat dalam kesalahan, federasi mengonfirmasi bahwa Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) tengah melakukan proses peradilan independen terkait dugaan pelanggaran integritas. Pelanggaran ini mencakup dugaan pengaturan pertandingan (match fixing) dan pelanggaran terkait taruhan yang melibatkan beberapa atlet Indonesia.

PBSI menyatakan bahwa penarikan kedua pasangan tersebut dilakukan untuk memastikan kepatuhan seluruh partisipasi atlet terhadap regulasi BWF dan prosedur hukum yang berlaku. Meskipun belum ada konfirmasi resmi yang mengaitkan kedua pasangan ini secara langsung dengan investigasi, pengunduran diri mendadak mereka telah memicu spekulasi luas di kalangan komunitas bulu tangkis.

Indonesia tetap akan mengirimkan wakilnya di nomor ganda campuran dengan pasangan pengganti. Baik PBSI maupun BWF mengimbau masyarakat, termasuk penggemar dan media, untuk tidak membuat kesimpulan sebelum investigasi selesai dan keputusan resmi diumumkan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media facebook.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.