bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 04:53 WIB

Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Rapuh Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF

Redaksi 18 Agustus 2026 4 views
Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Rapuh Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, pelatih tim nasional Malaysia, Tan Cheng Hoe, menyatakan bahwa lini pertahanan timnya belum cukup kokoh untuk menahan gempuran serangan tim Vietnam. Pernyataan ini muncul setelah Malaysia menelan kekalahan 0-2 dari Vietnam dalam pertandingan leg pertama semifinal Piala AFF 2026 yang berlangsung di Stadion Kuala Lumpur pada Minggu (16/8).

Menurut Tan Cheng Hoe, kerapuhan barisan pertahanan Malaysia disebabkan oleh minimnya pengalaman para pemain di kancah internasional. Ia menyebutkan bahwa sebagian besar pemain yang diturunkan di lini belakang merupakan pemain muda, bahkan beberapa di antaranya berusia di bawah 23 tahun dan ada yang baru saja menjalani debut di tim senior.

Situasi ini diperparah dengan cedera yang dialami bek tengah Rodney Celvin Akwensivie di awal pertandingan, yang memaksanya digantikan oleh Aysar Hadi. Tan Cheng Hoe mengakui bahwa ia tidak memiliki banyak pilihan lain karena mayoritas pemain bertahan yang tersisa adalah pemain muda.

Keempat pemain yang mengisi lini pertahanan Malaysia dalam laga tersebut adalah bek kiri Faris Danish (20 tahun), dua bek tengah Ubaidullah Shamsul dan Aysar Hadi (keduanya 22 tahun), serta bek kanan Alif Ahmad (23 tahun). Meski demikian, Tan Cheng Hoe tetap memberikan apresiasi atas perjuangan para pemain mudanya, menilai pengalaman bertanding di semifinal memberikan pelajaran berharga bagi perkembangan mereka di masa depan.

Pertandingan leg kedua semifinal akan digelar di Hanoi pada Rabu (19/8). Malaysia dituntut untuk membalikkan keadaan dengan mengejar defisit dua gol agar dapat melaju ke babak final Piala AFF 2026.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.