bytedaily
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:33 WIB

Pelatih Timnas Putri Indonesia Tunjukkan Sikap Rendah Hati Jelang Semifinal Srikandi Merdeka Cup

Redaksi 20 Agustus 2026 4 views
Pelatih Timnas Putri Indonesia Tunjukkan Sikap Rendah Hati Jelang Semifinal Srikandi Merdeka Cup
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, pelatih tim nasional sepak bola putri Indonesia, yang dijuluki Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann, menolak untuk bersuara lantang mengenai peluang timnya mencapai final Srikandi Merdeka Cup 2026 menjelang pertandingan semifinal melawan Yordania. Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung di Supersoccer Arena pada Jumat (21/8).

Garuda Pertiwi berhasil melaju ke babak semifinal sebagai juara Grup A, sementara Yordania menempati posisi runner-up di Grup B. Dalam sesi konferensi pers yang diadakan pada Kamis (20/8), Timo Scheunemann memberikan tanggapan yang tenang terhadap pertanyaan mengenai laga semifinal. Ia menyatakan rasa syukurnya atas kondisi skuat yang lengkap tanpa ada pemain yang mengalami cedera.

"Kita bersyukur sekali ya, bahwa tidak ada yang cedera. Memang kedalaman tim itu tidak sebaik yang seharusnya bisa, karena memang kita pecah tim kan. Jadi bahwa tidak ada yang cedera itu sesuatu yang sangat positif," ujar Timo.

Timo juga menunjukkan rasa hormatnya terhadap tim Yordania, sehingga ia memilih untuk tidak membuat pernyataan berlebihan mengenai target pertandingan. Ia menekankan bahwa fokus utama Garuda Pertiwi saat ini adalah menghadapi Yordania. "Sama seperti pelatih Yordania mengatakan dia respek pada kita, kita juga respek sama dia. Saya tidak mau bicara apa pun, hanya mau fokus pada Jordan," tegas Timo.

Pertandingan semifinal antara Garuda Pertiwi dan Yordania akan dimulai pada Jumat (21/8) pukul 20:00 WIB. Sementara itu, semifinal lainnya akan mempertandingkan Thailand melawan Malaysia pada pukul 15:00 WIB.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.