bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) menyatakan dukungannya atas keputusan Janice Tjen yang tidak mengikuti Asian Games 2026.
Andi Fajar, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Pelti, menjelaskan bahwa pilihan Janice untuk tidak berkompetisi di Asian Games merupakan strategi menjaga peringkat dunia serta peluang masuk ke Australian Open 2027.
Menurut Andi, Janice harus mempertahankan poin yang dimilikinya saat ini agar tetap berada pada posisi yang memungkinkan menjadi peserta utama Grand Slam di Melbourne.
Ia menambahkan bahwa pembahasan mengenai keikutsertaan Janice di Asian Games telah dilakukan sejak lama bersama Women's Tennis Association (WTA) dan International Tennis Federation (ITF), dengan komunikasi yang dimulai satu tahun lalu dan kembali pada awal 2026.
Janice terpaksa absen karena jadwalnya bersamaan dengan turnamen wajib WTA 1000 di Beijing, yang merupakan agenda penting dalam rangkaian turnamen WTA.
Sebagai petenis papan atas WTA, Janice dapat dikenai sanksi berupa denda, penalti poin, atau pemotongan bonus akhir tahun bila tidak mengikuti turnamen wajib tersebut.
Pelti telah mengirimkan surat resmi kepada WTA untuk meminta kebijakan khusus agar Janice dapat berpartisipasi di Asian Games tanpa kehilangan poin, namun WTA tidak memberikan pengecualian terkait kehilangan poin.
Andi menyatakan bahwa WTA hanya dapat memberikan keringanan penalti, sehingga fokus utama tetap pada pemeliharaan poin Janice. Berdasarkan perhitungan Pelti, Janice perlu menjaga sekitar 405 poin hingga Desember 2026.
Kehilangan poin tersebut dapat menurunkan peringkat Janice dan menyulitkan peluangnya untuk berkompetisi di Australian Open.