bytedaily - Dilansir dari bbc.com, pembalap motor berusia 22 tahun, Storm Stacey, akan membuat debutnya di ajang balap jalan raya North West 200 pada bulan Mei mendatang. Stacey dikenal tidak hanya karena keahliannya di lintasan balap, tetapi juga karena penampilannya yang mencolok dengan mengenakan topi tinggi (top hat) di paddock, yang ia jadikan sebagai alat untuk memulai percakapan mengenai kesehatan mental.
Peristiwa tragis kematian ayahnya akibat bunuh diri pada usia 13 tahun telah membentuk jalan hidup Stacey. Ia mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut sangat berat, namun justru membuatnya menjadi pribadi yang lebih kuat. Alih-alih terjerumus pada hal negatif, balap motor memberinya tujuan dan motivasi untuk terus berjuang dan berkembang.
Kecintaan Stacey pada dunia otomotif diwarisinya dari sang ayah. Ia mulai mengendarai motor sejak usia tiga tahun dan mewarisi hobi mobil klasik, termasuk Ford Mustang 1966. Koleksi mobilnya pun beragam, mulai dari Rolls-Royce, Dodge Ram, hingga mobil reli Ford Fiesta R2. Nama 'Storm' sendiri terinspirasi dari mobil sport langka asal Inggris, Lister Storm, dari era 1990-an.
Meskipun memiliki kecintaan pada motor, Stacey awalnya tidak terlalu tertarik menonton balapan. Ia lebih termotivasi untuk mengendarai motornya sendiri daripada menonton orang lain. Setelah ayahnya meninggal, ibunya menggunakan sisa tabungan untuk mendanai musim balapnya di tahun 2019. Taruhan satu tahun itu membuahkan hasil, di mana ia hampir memenangkan gelar British Superstock 600 dan mendapatkan tempat di British Superbike Championship.
Stacey naik ke British Superbike Championship pada tahun 2020 dan nyaris menjadi pembalap termuda dalam sejarah seri tersebut, sebelum penundaan akibat pandemi Covid-19. Ia memenangkan balapan pertamanya pada tahun 2024 dan akan kembali berkompetisi di kejuaraan tersebut pada tahun 2026 bersama Batham's Racing.
Topi tinggi yang menjadi ciri khas Stacey bukan sekadar aksesori, melainkan 'tameng' dan 'alat' untuk membicarakan kesehatan mental. Ia mengenakannya sebagai penghormatan kepada ayahnya yang juga kerap memakai topi eksentrik, dan untuk mendorong kaum pria agar lebih terbuka dalam mengungkapkan perasaan mereka. Stacey menekankan bahwa berbicara tentang perasaan bukanlah tanda kelemahan, melainkan kekuatan.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.