bytedaily
Senin, 18 Mei 2026 - 23:42 WIB

Obligasi Seri I: Pilihan Investasi di Tengah Kenaikan Inflasi?

Redaksi 15 Mei 2026 14 views
Obligasi Seri I: Pilihan Investasi di Tengah Kenaikan Inflasi?
Ilustrasi visual (Sumber: finance.yahoo.com)

bytedaily - Dilansir dari finance.yahoo.com, kenaikan biaya hidup mendorong banyak penabung untuk mencari cara melindungi nilai uang mereka, termasuk dari inflasi. Data terbaru dari Bureau of Labor Statistics menunjukkan inflasi tahunan mencapai 3,8% dibandingkan tahun sebelumnya, kenaikan terbesar dalam tiga tahun terakhir, dan naik 0,6% secara bulanan, yang sebagian besar didorong oleh biaya energi yang meningkat.

Salah satu opsi untuk melindungi diri dari inflasi adalah dengan menjajaki alternatif tabungan, seperti Obligasi Seri I (Series I bonds). Obligasi ini merupakan obligasi tabungan yang dijamin pemerintah dan terkait langsung dengan inflasi.

Setiap obligasi diterbitkan dengan nilai nominal dan memiliki jatuh tempo akhir 30 tahun, terdiri dari periode jatuh tempo asli 20 tahun yang diikuti oleh periode jatuh tempo perpanjangan 10 tahun. Tingkat gabungan atau tingkat pendapatan obligasi ini memiliki struktur dua bagian: tingkat tetap dan tingkat inflasi. Tingkat tetap berlaku selama masa berlaku obligasi, sementara tingkat inflasi dapat berubah setiap enam bulan.

Obligasi Seri I mendapatkan bunga setiap bulan dan bunga tersebut dikompilasi setiap semester. Keuntungan lain dari obligasi ini adalah bebas dari pajak pendapatan negara bagian dan lokal, meskipun tunduk pada pajak pendapatan federal. Penabung dapat memilih untuk melaporkan pendapatan setiap tahun atau melaporkan seluruh pendapatan saat mencairkan obligasi. Selain itu, jika dana digunakan untuk biaya pendidikan tinggi yang memenuhi syarat, bunga yang diperoleh mungkin bebas pajak.

Untuk obligasi Seri I yang diterbitkan antara 1 Mei 2026 hingga 31 Oktober 2026, saat ini menawarkan tingkat gabungan sebesar 4,26% dengan tingkat tetap 0,90%. Penabung dapat membeli obligasi ini secara elektronik mulai dari $25 hingga $10.000 per tahun kalender melalui akun TreasuryDirect.

Obligasi Seri I dapat menjadi instrumen tabungan yang menarik selama periode inflasi yang meningkat karena tingkat gabungannya meningkat seiring dengan inflasi, memberikan perlindungan bawaan terhadap kenaikan harga. Saat ini, imbal hasil obligasi ini jauh di atas rata-rata nasional untuk instrumen tabungan lainnya, seperti rekening tabungan tradisional yang hanya 0,38%, rekening pasar uang 0,57%, dan sertifikat deposito (CD) 12 bulan sebesar 1,53%.

Jika tingkat inflasi terus meningkat, hal ini dapat menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi bagi pemegang obligasi. Pada tahun 2022, Obligasi Seri I pernah mencapai tingkat setinggi 9,62%. Berbeda dengan rekening tabungan atau CD biasa, investasi pada obligasi ini dapat mengimbangi biaya inflasi yang meningkat. Namun, hal ini bisa menjadi pedang bermata dua. Karena sebagian dari tingkatnya bersifat variabel dan terkait dengan inflasi saat ini, tingkat tersebut bisa turun secara signifikan, terkadang mendekati nol, yang berarti imbal hasil Anda bisa lebih rendah dibandingkan investasi lain.

Obligasi ini memiliki periode penguncian wajib, yang berarti obligasi tidak dapat dicairkan setidaknya selama 12 bulan setelah tanggal pembelian. Jika ada kemungkinan dana akan dibutuhkan sebelum periode tersebut, investasi ini mungkin kurang cocok.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi finance.yahoo.com.