bytedaily
Senin, 18 Mei 2026 - 18:23 WIB

Elon Musk dan Tim Cook Diperkirakan Ikut Donald Trump Kunjungi China

Redaksi 12 Mei 2026 17 views
Elon Musk dan Tim Cook Diperkirakan Ikut Donald Trump Kunjungi China
Ilustrasi visual (Sumber: bbc.com)

bytedaily - Dilansir dari bbc.com, Presiden Amerika Serikat Donald Trump diperkirakan akan didampingi oleh sejumlah eksekutif terkemuka dari industri bisnis dan teknologi dalam kunjungannya ke China pekan ini. Di antara para pemimpin perusahaan yang dijadwalkan menyertai presiden dalam kunjungan resminya ke Beijing adalah Tim Cook dari Apple, Elon Musk dari Tesla dan SpaceX, serta Larry Fink dari BlackRock. Selain itu, eksekutif dari Meta, Visa, JP Morgan, Boeing, Cargill, dan perusahaan lainnya juga akan turut serta.

Seorang pejabat Gedung Putih yang mengetahui rencana tersebut mengungkapkan kepada BBC bahwa total 17 eksekutif AS akan bergabung dengan Trump dalam perjalanan tersebut. Kunjungan ini dipandang penting bagi AS, mengingat Trump akan bertemu dengan Presiden Xi Jinping di tengah meningkatnya ketegangan ekonomi dan teknologi antara kedua negara.

Selain Musk, Cook, dan Fink, daftar lengkap eksekutif yang akan mendampingi Trump sebagai bagian dari delegasi resmi AS ke China mencakup perwakilan dari berbagai sektor bisnis AS, mulai dari media sosial, perangkat keras konsumen, hingga chip komputer dan manufaktur komersial.

Kunjungan Trump ke China menjadi ujian penting bagi gencatan senjata perdagangan yang rapuh antara kedua negara, menyusul perang dagang saling balas yang sempat memberlakukan tarif hingga di atas 100%. Tarif tersebut dihentikan pada Oktober 2025 setelah pertemuan terakhir Trump dengan Xi di Korea Selatan.

Pertemuan mendatang juga akan dibayangi oleh perang antara Amerika Serikat dan Israel di Iran, yang telah menyebabkan penundaan pertemuan Trump dan Xi. Trump diperkirakan akan menekan China, yang bergantung pada Iran untuk minyak murah, agar membantu memfasilitasi kesepakatan antara Tehran dan Washington untuk mengakhiri perang tersebut. China juga menginginkan konflik tersebut berakhir dan telah membatasi pasokan minyak ke negara tersebut, yang memengaruhi daya beli negara-negara lain di dunia yang mengimpor barang-barang China. Namun, cadangan minyak China yang luas dan pasokan energi yang beragam telah membantunya sejauh ini dalam menghadapi dampak perang lebih baik daripada banyak negara tetangga.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.